Penulisš Mbah Singo/Telisik Hati
BN News.com – Jiwa patriotisme adalah salah satu sifat terpuji yang harus dimiliki oleh setiap generasi muda. Apabila sebuah bangsa mempunyai generasi muda yang memiliki jiwa patriotisme tinggi, yang rela berkorban untuk bangsa dan negaranya, maka akan aman bangsa dan negara tersebut. Sunggu muliyanya sifat ini sehingga leluhur NU menancapkan prinsip yang menjadi dasar pertama dan utama bahwa cinta tanah air sebagian dari iman, dan mati dalam membela tanah air Indonesia sama halnya dengan mati syahid.

Namun sekarang banyak sekali yang mengaku dirinya patriot sejati, berani menebus sejengkal tanah air dengan tetesan darah dan mengorbankan hartanya, itu cuitan manis bah madu rasa didalam kampanye kampanye anak bangsa yang berambisi menjadi pejabat negara. Tetapi sungguh miris, yang terjadi justru sebaliknya. Dia sendiri yang ingin menghancur leburkan negaranya, melakukan berbagai macam propaganda tipu daya, melakukan kebohongan kebohongan, penipuan, pembodohan publik, korup dan menghalalkan segala cara untuk memperoleh jabatan demi keuntungan pribadi dan golongan.
Jiwa patriotisme yang sesungguhnya adalah cinta tanah air, diwujudkan dengan sikap berdarma bakti dan senantiasa rela berkorban demi kebaikan bangsa dan negaranya. Karena tanah air adalah ibu pertiwi yang memiliki hak-haknya, sebagaimana ibu kandung terhadap putra putranya. Seorang putra tidak bisa dikatakan putra yang sebenarnya sehingga ia mampu berbakti dan menjalankan kewajiban kewajiban terhadap ibunya. Begitu pula bangsa, ia tidak akan dikatakan putra bangsa, putra ibu pertiwi sebelum ia sanggup memikul beban bangsa dan negara terpikul di pundaknya.

Cita cita luhur ini sudah lama terpatri dalam pribadi seorang santri. Generasi muda yang tergores dalam hatinya sebuah kalimat hikmah “Hubbul Wathon Minal Iman” cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Ia menjadi generasi muda yang dinamis, bergerak memberikan spirit perjuangan, menjadi pelopor pemuda tanah air, menjadikan bangsa dan negara ini menjadi bangsa dan negara yang kuat, bermartabat serta senantiasa menjunjung tinggi nilai nilai kebudayaannya. (Mbah Singo/Telisik Hati)
*Mbah Singo PenaHidup, Senin, 3 April 2023
















