TURUN LANGSUNG: Kepala Kankemenag Gresik saat berikan Materi Moderasi Beragama di Matsama MAN 2 Gresik. (Telisik Hati)
BUMINUSANTARANEWS.COM – Penanggulangan terorisme di Indonesia diperlukan kerjasama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, termasuk guru yang berhadapan langsung dengan siswa.

Generasi milenial dijadikan target utama penyebaran paham radikal karena dinilai kondisinya masih labil. Karena itu, penanaman dan pengembangan moderasi beragama sangat penting sehingga mampu menjadikan instrumen untuk menghargai umat agama lain.

Beda moderasi agama dengan moderasi beragama. Agama tidak perlu dimoderasi karena agama itu sendiri sudah moderat. Yang dimoderasi itu cara beragamanya. Cara menafsirkan atau pemahaman atas ajaran agama.

Begitu beberapa poin yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik Drs.H. Sahid, MM saat memberikan materi dengan judul “Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan” dalam acara Masa Ta’aruf Siswa (Matsama) MAN 2 Gresik diikuti oleh 374 siswa. Senin, (18/7/2022).

Sahid menekankan akan pentingnya peran guru dalam menyampaikan pelajaran. Pentingnya menghadirkan sosok guru moderat, selain lingkungan sekolah dan kurikulum, guru harus memiliki komitmen kebangsaan yang jelas, toleransi aktif, anti kekerasan serta akomodatif terhadap budaya lokal.

Di tempat yang sama, Kepala MAN 2 Gresik Samari, MM menuturkan bahwa Matsama ini digelar selama 3 hari dari tanggal 18 Juli -20 Juli 2022. Tujuannya untuk mengenalkan lingkungan madrasah baik sistem pembelajaran, ciri khas, karakter dan budaya yang ada dilingkungan sekolah. (dn/telisik hati)
















