GRESIK, BN News – Pemerintah Desa (Pemdes) Kisik, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kembali menggelar tradisi sakral Sedekah Bumi sekaligus Haul Mbah Sy. Abdullah dan Mbah Sy. Iskandar Idris, Jumat (02/10/2026).
Ratusan warga tumpah ruah membawa ratusan Ancak atau tumpeng berisi hasil bumi seperti pisang, nasi, tumpeng, dan jajanan pasar yang ditata di atas daun pisang. Ratusan ancak didoakan terlebih dahulu, agar semakin berkah barokah.
Menariknya, usai didoakan bersama, ratusan ancak yang dibawa warga setempat tidak dimakan sendiri, melainkan dimakan bersama-sama warga dari desa lain diundang, sebagai simbol berbagi rezeki.
“Jadi gini bos, ancak itu dimakan bersama usai didoakan, kan ini tamu desa yang diundang. Nanti setelah dimakan, bagi yang mau bawa pulang ya dipersilahkan, tradisinya seperti itu, ” kata Kades Kisik M Ali Ishaq, usai acara sedekah bumi.
Menurut Kades Kisik M Ali Ishaq, Sedekah Bumi adalah wujud syukur kepada Allah SWT, atas limpahan rezeki dan hasil bumi, memohon perlindungan agar desa dijauhkan dari bala’, bencana, pagebluk, dan paceklik, serta mendoakan agar panen ke depan lebih berkah.
Bentuk sosial, melestarikan adat leluhur yang adi luhung, mempererat kerukunan dan gotong royong, serta menjadi ajang silaturahmi warga perantauan dengan warga kampung. Mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan alam, tanah, air, dan hutan.
“Sedekah bumi sekaligus mengenang dan Mendoakan, mengirim doa, tahlil, dan yasin untuk Almaghfurlah Mbah Sy. Abdullah & Mbah Sy. Iskandar Idris agar mendapat maghfirah, serta mengenang jasa beliau dalam babat alas desa dan menyebarkan Islam, ” tegasnya.
M Ali Ishaq menambahkan, sedekah bumi sekaligus napak tilas, meneladani keikhlasan dan perjuangan beliau dalam membangun akhlak masyarakat, agar generasi muda tidak melupakan sejarah desanya dengan harapan tradisi ini terus lestari.
“Harapannya desa kita menjadi desa yang _Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur_, aman, tentram, rezekinya lancar, warganya rukun. Tradisi dijaga, agama tetap nomor satu,” pungkas M Ali Ishaq.
Selain itu, tradisi ini diharapkan membuat generasi Z dan Alpha tetap mengenal budaya, ekonomi UMKM dan Karang Taruna bergerak lewat bazar, serta menjadi amal jariyah bagi leluhur dan warga. (Telisik Hati)
















