BAHAGIAKAN YATIM PIATU: Perkumpulan Kaum Giri dan Juru Kunci Makam Sunan Giri saat memberikan santunan. (Telisik Hati)
BUMINUSANTARANEWS.COM – Gus Gilang Adiwidya, salah satu Petinggi Kaum Giri, menyayangkan sikap Dinas Pariwisata Kabupaten Gresik yang sempat menghalangi Kegiatan Santunan Yatim Piatu yang digelar Perkumpulan Kaum Giri dan Juru Kunci Makam Sunan Giri pada hari Senin (15/8/2022).

Menurutnya, kegiatan tersebut adalah bagian dari kearifan lokal yang menghadirkan kebersamaan, duduk sama rendah berdiri sama tinggi.

“Kearifan lokal hanya berlaku untuk masyarakat setempat terlahir dan hidup sebagai putra Wayah/Daerah/Desa setempat yang telah diatur Undang undang Desa no 6 tahun 2014,” tandasnys serius.
Lebih lanjut Gus Gilang menegaskan, hendaklah para pengambil keputusan memahami Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Artinya: setiap daerah memiliki adat istiadat yang berbeda; satu aturan di suatu daerah bisa berbeda dengan aturan di daerah lain.
“Terima kasih hadirnya teman-teman media di kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu yang kemarin sempat dihalangi dan dilarang kegiatannya oleh orang yang mengatasnamakan Jupel (Juru Pelaksana) atas perintah Dinas pariwisita,’ sindirnya.
Semoga dengan kegiatan Juru Kunci Makam Sunan Giri yang telah dihadiri Kepala Desa dan Camat kebomas Gresik bisa membuka pikiran Dinas Terkait dalam urusan pengelolaan Situs Cagar budaya, khususnya di Makam Sunan Giri.
“Ke depan, semoga nantinya dinas terkait bisa paham tupoksi internal dan eksternal untuk Jalankan program Kerja Bupati Gresik” Nawakarsa”,” Kritik Gus Gilang tanpa tedeng aling-aling, Selasa (16/8/2022).

Untuk diketahui, sebagai ungkapan rasa syukur dan dalam rangka memaknai bulan Muharram 1444 Hijriyah, Juru Kunci Makam Sunan Giri dan Perkumpulan Kaum Giri menyelenggarakan kegiatan yang sudah menjadi “Tradisi” dengan memberikan santunan kepada anak yatim piatu yang berada di sekitar Desa Giri pada khususnya dan kecamatan Kebomas Gresik pada umumnya.
Kegiatan santunan yang dilaksanakan di Makam Sunan Giri Desa Giri kebomas Gresik oleh Juru kunci Makam Sunan Giri bersama Pengurus Kaum Giri tahun ini memberikan santunan bagi 170 anak yatim piatu yang nilainya Rp 500.000 per anak.
“Alhamdulillah, tahun ini keluarga besar dan Ahli waris Juru Kunci Makam Sunan Gresik (KAUM GIRI) masih bisa mengadakan acara santunan anak yatim piatu. Mudah-mudahan kedepan Juru Kunci Makam Sunan Giri (Kaum Giri) bisa terus konsisten memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan sesuai dengan perintah agama untuk peduli terhadap anak yatim piatu dan dhuafa serta sudah menjadi tradisi di Kaum Giri,” kata Ketua Panitia H. Ainul Ghoerry, Senin (15/08/2022).
Menurutnya, kegiatan santunan ini merupakan bentuk kepedulian Juru Kunci Makam Sunan Giri terhadap sesama yang mana tahun ini bisa memberikan santunan bagi 170 anak yatim piatu.
“Kegiatan santunan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Juru Kunci Makam Sunan Giri ( Kaum Giri) terhadap sesama dan juga sebagai bentuk rasa syukur kehadirat Allah SWT. Alhamdulillah hari ini, bisa memberikan santunan kepada 170 anak yatim piatu Mudah-mudahan ini bisa menuntun kita semua pada sebuah perubahan dan mudah-mudahan kepercayaan masyarakat Giri terhadap Kaum Giri terus meningkat dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Dikatakannya, Bulan Muharram ini merupakan hari raya anak yatim dengan maknanya adalah bagaimana kita bisa berbagi.
“Bagaimana kita bisa memberikan kebahagiaan bagi adik-adik anak yatim piatu dan dhuafa. Insya Allah, tradisi di bulan muharram 1444 H ini akan selalu terjaga dan selalu terselenggara secara konsisten setiap tahunnya,” tegasnya.
Dirinya berharap, 170 anak yatim piatu dan yang menerima santunan hari ini, untuk tetap semangat. Hari esok, masa depan untuk tetap sukses. Semoga adik-adik mendapatkan kesuksesan.
Hadir dalam acara tersebut, Camat kebomas Gresik MOCH. JUSUF ANSYORI, S.Sos., M.M, Kepala Desa Giri KHUSNUL FALACH, SE , H.Askhabul Kahfi dan Gus Gilang Adiwidya ,dan beberapa tokoh pemerhati sejarah, budaya di kota Gresik dan puluhan awak media meliput kegiatan Santunan Anak Yatim Piatu yang telah pertama kalinya digelar oleh Juru Kunci Makam Sunan Giri dengan Dana yang diambil dari Kotak Amal Khusus Anak Yatim di dalam area Makam Sunan Giri.
Dalam Sambutannya, Moch.Jusuf Ansyori selaku Camat kebomas Gresik mengatakan bahwa kegiatan santunan Anak Yatim yg diselengarakan oleh Juru Kunci Makam Sunan Giri ini juga merupakan bagian program kerja Nawakarsa Bupati Gresik untuk bisa bersinergis bersama sama memperhatikan Anak Anak Yatim-Piatu Gresik dan mengingatkan untuk tetap menjaga prokes Covid-19 guna menjaga dari penularannya, khususnya di Kecamatan Kebomas Gresik.

Rangkaian Acara Santunan Anak Yatim Piatu ditutup dengan ceramah Agama dan doa oleh Ustadz Muhtarul Fuad dihadapan 170 Anak anak Yatim Piatu di kompleks internal Makam Sunan Giri Gresik. (Gus Gilang/Didik Hendri Telisik Hati)















