GRESIK, BN News – Masyarakat Gresik dipastikan mendapatkan jaminan pelayanan keagamaan yang makin transparan, bersih, dan akuntabel. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik resmi mengandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik untuk memperkuat Pembangunan Zona Integritas (ZI) di seluruh lini satuan kerja, mulai dari Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah negeri, hingga layanan administrasi.
Kepastian penguatan tata kelola birokrasi tersebut dimantapkan saat Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Ali Faiq bersama Kepala Seksi Bimas Islam Abdul Ghofar mendatangi Kepala Kejari Gresik Zam Zam Ikhwan di Kantor Kejaksaan Negeri Gresik pada Selasa (18/8/2026).
Pertemuan strategis ini memfokuskan pembagian peran dan teknis pendampingan hukum menjelang sosialisasi Pembangunan ZI berskala luas pada September mendatang. Kejaksaan Negeri Gresik dijadwalkan hadir secara khusus sebagai narasumber utama untuk memberikan pengarahan komprehensif, evaluasi potensi celah hukum, serta pemahaman pencegahan tindak pidana korupsi bagi jajaran pejabat, penyuluh agama, penghulu, hingga pengawas madrasah.
Langkah kolaboratif ini menjadi pijakan penting Kemenag Gresik dalam mempercepat raihan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Melalui pengawasan penegak hukum, sistem pelayanan nikah, pencatatan keagamaan, hingga tata kelola pendidikan Islam dipastikan berjalan cepat, akurat, dan terbebas dari segala bentuk pungutan liar maupun gratifikasi.
Sinergi antarinstansi ini sekaligus membuktikan bahwa Pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kemenag Gresik bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif seremonial, melainkan komitmen nyata untuk menghadirkan perubahan kualitas pelayanan publik yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Ali Faiq menegaskan, pendampingan dari aparat penegak hukum merupakan instrumen penting untuk menjaga konsistensi moral dan ketepatan aturan dalam menjalankan roda birokrasi.
“Sinergi bersama Kejaksaan Negeri Gresik adalah langkah krusial untuk memastikan seluruh program Pembangunan Zona Integritas berjalan di jalur yang benar. Kami ingin menghadirkan tata kelola lembaga yang bersih dan transparan, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung kualitas pelayanan keagamaan yang jujur, cepat, dan terpercaya,” ujar Muhammad Ali Faiq.
Melalui komitmen bersama ini, Kemenag Gresik optimis dapat memantapkan budaya kerja berbasis integritas tinggi. Pelaksanaan sosialisasi pada September mendatang diharapkan menjadi titik balik penguatan efektivitas birokrasi yang berorientasi pada kepuasan dan kepercayaan penuh dari masyarakat Kabupaten Gresik. (*)
















