GRESIK, BN News – Alhamdulillah, UPT SMP Negeri 1 Gresik (Spensagres) RESMI TERPILIH menjadi SEKOLAH MODEL Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) & Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Penetapan ini merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran yang relevan dengan tantangan abad ke-21.
“Terpilihnya UPT SMP Negeri 1 Gresik didasarkan pada pemenuhan sejumlah kriteria, antara lain kesiapan satuan pendidikan, capaian mutu pendidikan, serta komitmen sekolah dalam mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada penguatan literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi,” ungkap Kepala UPT SMPN 1 Gresik H Beri Avita Prasetiya, M.Pd, MM, Minggu (8/2/2026).
Selain itu, UPT SMP Negeri 1 Gresik dinilai siap mengimplementasikan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial sebagai bagian dari inovasi pembelajaran yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Gresik Dr. H.S. Hariyanto, S.Pd, M.M, mengucapkan selamat sekaligus memberikan apresiasi atas terpilihnya UPT SMP Negeri 1 Gresik sebagai Sekolah Model Implementasi PM dan KKA oleh Kemendikdasmen.
“Sebagai sekolah model, UPT SMP Negeri 1 Gresik diharapkan menjadi rujukan dan inspirasi bagi sekolah lain di Kabupaten Gresik dalam penerapan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial,” tandas Kadispendik.
Melalui program ini, sekolah berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi pendidik dan peserta didik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus tetap berlandaskan pada nilai-nilai islami dan 8 dimensi profil lulusan sebagai muara pembelajaran mendalam.
Untuk diketahui, Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) & Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) adalah inisiatif Kemendikdasmen untuk menciptakan inovasi pendidikan berbasis teknologi di era 4.0-5.0.
Program ini menargetkan pengembangan literasi digital, berpikir kritis, dan kemampuan koding/AI bagi siswa PAUD hingga menengah melalui pendekatan adaptif dan kontekstual, dengan guru sebagai fasilitator utama.
Program ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital, dan memastikan pendidikan bermutu yang merata tanpa diskriminasi lokasi. Selain itu juga untuk mentransformasi pembelajaran agar lebih bermakna dan relevan dengan tantangan zaman. (Telisik Hati)



















