Penulis: Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Ratusan suporter Ultras Gresik dari berbagai penjuru wilayah berkumpul di Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) pada Senin (3/10) malam. Mereka menggelar aksi doa bersama sebagai bentuk belasungkawa atas Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Solidaritas antar suporter ini juga diwujudkan dengan menyalakan ribuan lilin.

Suasana haru menyelimuti gedung Stadion Gejos. Untaian doa terus dipanjatkan oleh para suporter kebanggan Gresik United (GU). Mereka tampak kompak mengenakan kostum hitam dan duduk bersila di depan lilin yang mereka nyalakan. Seakan ikut merasakan kesedihan yang dialami para korban meninggal dunia, beberapa diantara mereka pun meneteskan air mata.
Sekretaris Ultras Gresik Abdul Wahab mengatakan, aksi ini sebagai bentuk belasungkawa dan ungkapan duka cita mendalam serta prihatin atas insiden Stadion Kanjuruhan usai pertandingan sepak bola Arema FC melawan Persebaya pada Minggu (2/10) kemarin.
“Intinya kita sangat prihatin dan menyayangkan kejadian yang menimpa kawan-kawan Aremania,” ujar Gus Wahab, demikian sapaan akrabnya.
Gus Wahab berharap insiden memilukan seperti ini tidak terulang kembali di tanah air Indonesia. Peristiwa kerusuhan kemarin setidaknya bisa dijadikan pelajaran berharga bagi semua pihak untuk saling intropeksi diri dan evaluasi.
“Kami berharap agar peristiwa tersebut tidak lagi terulang di republik ini,” pintanya.
Dalam aksi menyalakan lilin dan doa bersama ini, setidaknya ada 1000 lilin yang dinyalakan para supporter Ultras Gresik. Tampak hadir di tengah ratusan suporter diantaranya Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis beserta puluhan anggotanya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















