Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Kafilah Kabupaten Gresik akhirnya harus puas menjadi Juara 3 Gelaran Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXX tingkat Jawa Timur di Kota Pasuruan. Target Juara Umum kandas, setelah Kabupaten Lamongan ditetapkan sebagai Juara Umum dengan meraih nilai tertinggi 144 poin.
Tidak hanya itu, Kabupaten Gresik dengan nilai 91 poin harus mengakui keunggulan Kabupaten Sidoarjo meraih Juara 2 dengan perolehan nilai 130 poin. Kendati begitu, Kafilah Kabupaten Gresik mampu mengalahkan Kota Pasuruan selaku tuan rumah yang tertahan di peringkat 4 dengan nilai 88 poin dan Surabaya menduduki Juara 5 dengan nilai 82 poin.

Berdasarkan hasil perolehan nilai, Kafilah Kabupaten Lamongan ditetapkan menjadi Juara Umum MTQ XXX di Kota Pasuruan dengan perolehan nilai 144 poin. Untuk Juara 2 diraih Kabupaten Sidoarjo dengan nilai 130 poin. Sedangkan Kabupaten Gresik harus legowo menjadi Juara 3 dengan perolehan nilai 91 poin. Sementara Kota Pasuruan selaku tuan rumah tertahan di peringkat 4 dengan nilai 88 poin dan Surabaya menjadi Juara 5 dengan nilai 82 poin.
Terkait hasil tersebut, Tim Pembina MTQ Kabupaten Gresik Drs. KH Syaiful Munir, S.Ag yang Pemangku Pondok Pesantren Nurul Qur‟an Al-Istiqomah Sukorejo Bungah Gresik dengan tenang menjawab, “Gantian, Mas! Kabupaten Gresik sudah pernah menjadi Juara Umum”. ” Yang terpenting Gresik sudah maksimal dalam segala hal,” imbuh Yai Munir sapaan akrabnya, Senin (9/10/2023).
Hal senada juga disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Gresik Dr. H. Moh. Ersat, M.HI. Menurutnya, Kafilah Kabupaten Gresik sudah maksimal, mulai dari seleksi Tingkat Kecamatan, Tingkat Kabupaten, persiapan yang sangat matang, hingga usaha lahir batin sudah dilakukan. “Mudah-mudahan MTQ yang akan datang Gresik bisa JUARA UMUM,” harapnya tetap penuh semangat.
Sementara KH Imam Chanafi, S.Ag, M.Ag selaku Tim Official Kafilah MTQ Kabupaten Gresik justru mengaku kandasnya Gresik sebagai Juara Umum dikarenakan Pembinaan yang kurang maksimal. Hal ini dibuktikan dengan jago-jago Gresik banyak yang diambil Lamongan (kedahuluan).
“Terkait pembinaan sudah lumayan sering, tapi belum sampai ke titik maksimal, biasanya ada tryout dan semacamnya tapi kemarin tidak ada,” ungkap Man Fee sapaan akrabnya tanpa tedeng aling-aling bloko suto apa adanya.
Manfee yang selama gelaran MTQ bertugas bagian Pengambil Maqro secara Online, Pemetaan Jam Keberangkatan Kafilah dan Tempat Lembah serta Mengamati Pergerakan Nilai kembali menegaskan, kegagalan Juara Umum ini juga ada kaitannya dengan devisit keuangan Pemkab Gresik.
“Besok tanggal 16 – 18 Oktober mendatang ada lagi MTQ Korpri dan Gresik hanya mengirim 3 orang. Njenengan bisa tanyakan ke Mbak Shinta Korpri Pemkab, jawabannya pun karena anggaran,” cetusnya apa adanya, karena faktanya memang seperti itu. (Didik Hendri Telisik Hati)
















