Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Luar biasa! Ada statemen menarik dari seorang Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Jawa Timur Dr. KH. Husnul Maram, M.H.I. Pejabat asli Gresik yang akrab disapa Mas Maram ini dengan tegas mengatakan Kepada Ketua DWP Kankemenag kabupaten kota, bahwa istri memiliki andil yang luar biasa dalam mendukung kesuksesan seorang suami.
Mas Maram yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bungah ini meminta kepada istri ASN untuk tidak memberikan masukan yang kurang baik kepada suami dalam menjalankan pekerjaannya.
“Jangan ikut campur tangan dengan urusan pekerjaan suami. Rezeki yang kita peroleh akan menjadi berkah untuk seluruh anggota keluarga kita, kalau kita mencari rezekinya tanpa mendholimi orang lain,” tandas Kakanwil.
Penegasan Mas Maram Kakanwil tersebut disampaikan dalam sambutannya usai melantik 7 pejabat administrator di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Jumat (3/11/2023). Pelantikan yang juga dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Agama Bidang Pengawasan dan Pengendalian ASN, Raden Bagus Sukorono serta seluruh pejabat administrator dan Ketua DWP di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur ini berlangsung khidmat.
Dalam arahannya, Kakanwil yang akrab disapa Mas Maram ini menekankan kepada seluruh pejabat untuk meniadakan segala bentuk transaksi dalam hal apapun, termasuk dalam pengangkatan jabatan.
“Bekerjalah sesuai dengan regulasi yang ada. Tidak dibenarkan dengan dalih apapun, adanya pungli-pungli. Jangan sekali-kali ada transaksi apapun, dalam hal apapun, kapanpun, dan dimanapun,” cetus Kakanwil.
Lebih lanjut Kakanwil meminta pejabat yang baru dilantik untuk segera melaksanakan tugas sesuai dengan tugas yang baru diemban. “Segera koordinasi, komunikasi dan konsultasi terkait pekerjaan dengan pihak-pihak terkait. Pekerjaan pejabat sebelumnya yanng baik bisa dijaga dan ditingkatkan, baik kualitas maupun kuantitasnya,” tutur Kakanwil.
Mas Maram juga berpesan kepada pejabat untuk tidak merasa diri sebagai orang yang super, memiliki kekuasaan dan kebal hukum. ” Jangan sekali-kali menganggap diri kita super, kebal hukuman karena merasa sudah dekat dengan seseorang. Ingat, di atas kita masih ada orang yang lebih super dari kita. Evaluasi diri masing-masing untuk perbaiki diri,” pesannya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















