Penulis: Husni Mubarrok/Telisik Hati
BN News.com – Ide kreatif terus mengalir, meluncur deras dari para pelajar MI YKUI Maskumambang Dukun Gresik. Peristiwa gempa bumi yang belakangan kembali terjadi di Indonesia, tepatnya di Cianjur Jawa Barat (21/Nov/2022) turut mendapat perhatian lebih dari para siswa yang tergabung dalam club sains MI YKUI Maskumbaang untuk terus berinovasi, melahirkan karya.

Damar Kurung yang menjadi icon kota Gresik, disulapnya menjadi media alarm gempa bumi. Menurut M Agil, pelajar kelas 6 dan salah satu anggota club sains yang ikut mengkreasi karya inovasi ini mengatakan, “Awalnya kami ikut prihatin atas musibah gempa bumi yang baru saja terjadi di Cianjur yang memakan cukup banyak korban, mungkin banyak diantara masyarakat yang kurang siap saat terjadi gempa, kekurangsiapan dalam menghadapi gempa bumi bisa jadi karena tidak ada alarm. Akhirnya muncul ide, kami membuat alarm gempa dengan memanfaatkan media Damar Kurung agar masyarakat lebih siap menyelamatkan diri saat terjadi gempa dan meminimalkan jumlah korbannya” ungkapnya saat ditemui di sela-sela membuat karya inovasinya.

Pembuatan karya inovasi ini cukup sederhana dan tidak memerlukan biaya tinggi. Hanya berbekal kayu bekas, baterai, kabel kecil, alarm, lem serta kertas yang sudah digambar sebelumnya. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat 1 karya inovasi ini pun terbilang cukup murah. “Sekitar lima belas ribu saja, 1 karya alarm gempa Damar Kurung bisa diselesaikan” ujar ustadz Kukuh Dwi Prasetyo, S.Si selaku guru pembina menjelaskan.

Saat ditemui awak media Metro TV, (Ahad, 28/11/2022) sejumlah siswa club sains sedang sibuk menyelesaikan karya inovasinya. Nampak pula ustadz Kukuh selaku guru pembimbing sedang asyik mendampingi sembari sesekali memberikan arahan dan instruksi. Bertempat di laboratorium sains mereka khusyuk menyelesaikan karya inovasinya.
Ustadz Faris Hendro Setiawan, S.Pd.I, selaku Kepala Madrasah ikut bangga atas hasil karya inovasi para santrinya. Di hadapan awak media Metro TV, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya, turut bangga atas capaian karya inovasi dari peserta didiknya.
“Melalui wadah extra pengembangan club sains, anak-anak berinovasi. Menciptakan karya yang bisa memberikan kemanfaatan. Semoga karya sederhana ini terus dapat dikembangkan menjadi lebih baik lagi. Teruslah berinovasi dan tetaplah menjadi pribadi-pribadi santun dan berbudi pekerti.” Tegas ustadz Faris selaku Kepala Madrasah dengan wajah ceria tanda puas dan bahagia.

Club sains adalah salah satu extra pengembangan yang ada di MI YKUI Maskumambang. Selain bereksperimen dan belajar sains, mereka juga dituntut melahirkan produk karya. Pembinaannya rutin dilakukan setiap pekan dan dipandu ustadz Kukuh selaku guru sains yang juga alumni Unesa.
Well, kedepannya mau membuat karya inovasi apa lagi guys? Yuk, kita tunggu saja, kreasi inovasi selanjutnya dari mereka. Let’s wait and see! (Husni Mubarrok)
















