Penulisš°āļøĀ Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Tinggal menghitung hari, Dr. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd. tak lagi menjadi Wakil Bupati (Wabup) Gresik. Masa jabatanĀ perempuan tangguh ini dimulai pada 26 Februari 2021Ā dan bakal berakhir pada 20 Februari 2025.
“Sejak bulan Desember 2024, saya sudah tidak menempati Rumah Dinas (Rumdin) Wakil Bupati (Wabup Gresik). Saya pulang ke gubuk saya di Bungah. Meski nanti sudah tidak jadi Wabup, saya akan tetap mengabdi memberikan yang terbaik untuk kota santri Gresik”.
Ucapan yang memantik kesedihan itu disampaikan Ning Min sapaan akrab Wabup Gresik perempuan pertama dalam sejarah birokrasi di kota santri ini saat menghadiri Tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Balai Wartawan Gresik beberapa waktu lalu, tepatnya Minggu – 9 Februari 2025.
Menariknya, jauh sebelum menjadi Wabup Gresik, nama Ning Min sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di Kabupaten Gresik. Beliau adalah Putri Tercinta Almaghfurlah KH. Ahmad Muhammad Alhamad, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Qomaruddin Bungah, Pondok terkenal dan terbesar di Gresik. Ning Min dikenal aktif di dunia organisasi, akademisi, dan sosial kemasyarakatan.
Perempuan tangguh yang lahir 19 April 1966 ini dikenal sebagai sosok yang tidak pernah lelah dalam mengabdi dan berorganisasi di Gresik. Salah satunya, yakni sebagai Ketua Bu Nyai Nusantara Kabupaten Gresik. Tidak hanya itu, Ning Min juga mengemban amanah sebagai Pimpinan Daerah Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid (BKMM) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gresik. Bahkan, Ning Min juga menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Gresik.
Sungguh, Ning Min adalah perempuan yang tidak pernah lelah dalam mengabdi. Dulu NingĀ Min juga pernah menjabat sebagai Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Gresik dan Ketua 1 Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Gresik. Ning Min juga pernah diberi amanah untuk menjadi Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan (LP) Maāarif NU Jawa Timur. Lembaga tersebut merupakan pelaksana kebijakan pendidikan Nahdatul Ulama di Jawa Timur. Ia juga mengemban tugas untuk menjadi Bendahara Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Maāarif NU dan Pondok Pesantren Jawa Timur.
Bagi Ning Min, hidupnya selalu ditujukan untuk membangun dan memajukan masyarakat. Bersama teman-temannya, Ning Min pernah mendirikan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Lembaga ini bertugas membantu Pemerintah Kabupaten Gresik dalam pengendalian penduduk di bidang keluarga berencana, ketahanan dan kesejahteraan keluarga, serta urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Tak cukup sampai di situ, hingga detik-detik masa jabatannya sebagai Wabup Gresik berakhir, Ning Min tetap Istiqomah berbagi ilmu dengan menjadi Dosen di Universitas Qomaruddin (UQ) dari tahun 1995 hingga sekarang. Selain itu, sebelum menjadi Wabup, Ning Min juga pernah mengemban amanah sebagai Kepala SMK Assaāadah dari tahun 2008.
Tak heran, jika Ning Min selalu aktif dan mengawal program pemerintah, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan keluarga, seperti dukungan mewujudkan Kabupaten Ramah Anak, Masjid Ramah Anak, Gresik Responsif Gender, bahkan mendukung perempuan masuk dalam dunia industri di Kota Santri Gresik. (Didik Hendri Telisik Hati/bersambung)
















