Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
Gresik, BN News – Dalam rangka Meningkatkan Kompetensi, Profesionalitas dan Kreatifitas Guru, KKMTs Gresik Wilayah Utara (Kecamatan Panceng, Ujungpangkah, Sidayu, Bungah, Dukun) mengadakan Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Dalam Penyusunan Asesmen Berbasis Literasi Numerasi.
Kegiatan ini berlangsung di MTs Ihyaul Ulum, Dukun, Gresik, Senin (23/12/2024). Hadir dalam acara tersebut Kepala Kemenag Gresik, H. Pardi, didampingi Kasi Pendma Kemenag Gresik, Hj. Masfufah. Pengawas Madrasah Kemenag Gresik, Fitrotul Choiriyah, dan Mulyono, Ketua KKMTs Gresik Wilayah Utara, Nadlif. Serta seluruh peserta workshop sebanyak 250 Peserta.
Ketua KKMTs Gresik Wilayah Utara, Nadlif, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, H. Pardi, beserta tim, serta seluruh peserta workshop. Beliau juga menekankan pentingnya lintas sektor, seperti pemanfaatan teknologi berbasis AI, yang kini sangat menunjang berbagai bidang pekerjaan, termasuk pendidikan dan sektor lainnya.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah dan menjadi momentum penting bagi para pendidik dalam meningkatkan kompetensinya,” ungkap Nadlif.
Sementara itu, Dalam pembinaannya, H. Pardi mengingatkan dua kewajiban utama seorang guru:
1. Kewajiban administrasi, seperti mengumpulkan absensi setiap bulan dan mengisi jurnal secara teratur.
2. Kewajiban profesi, yaitu meningkatkan kualitas dan kompetensi, baik dalam mengajar maupun dalam pengembangan diri.
Sebagai kepala madrasah, H. Pardi memberikan tiga prinsip utama:
1. To be the first: Jadikan madrasah menjadi yang pertama dalam memberikan contoh teladan.
2. To be the front: Jadikan madrasah berada di garis depan dalam menunjukkan kualitas pendidikan.
3. To be the different: Ciptakan inovasi agar madrasah memiliki keunggulan dan ciri khas dibanding sekolah lainnya.
Beliau juga memberikan motivasi kepada para guru dengan mengutip, “Tulis apa yang dilakukan, dan lakukan apa yang sudah ditulis,” sebagai pedoman dalam membangun akuntabilitas dan pertanggungjawaban ilmiah. “Guru yang baik adalah guru yang dinantikan dan dirindukan oleh murid-muridnya,” tambahnya.
Selain itu, H. Pardi menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, khususnya aplikasi berbasis AI seperti Canva, untuk mendukung pembelajaran yang kreatif dan inovatif. “Canva sangat membantu dalam menyusun materi pembelajaran dengan fitur keamanan file yang baik, sehingga aman dari perubahan tidak diinginkan. Kita harus terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi untuk memberikan pendidikan yang relevan dan berkualitas,”ujar beliau.
Workshop ini diharapkan dapat memberikan bekal tambahan bagi para guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan berbasis teknologi modern. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Kemenag Gresik berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan demi mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. (Didik Hendri Telisik Hati)
















