Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Dalam upaya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan pondok pesantren, Kementerian Agama (Kemenag) Gresik menggelar Bimbingan Teknis yang membahas tentang Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Insentif Ustadz Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD PONTREN) di Lingkungan Kemenag Gresik.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kemenag Gresik Dr. H. Moh. Ersat, M.HI bersama dengan seluruh Kepala Seksi di lingkungan Kemenag Gresik, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Dr. H. Husnul Maram, M.HI dan seluruh peserta Bimtek BOP dari pihak Pondok Pesantren yang diundang sebanyak 69 peserta dalam kegiatan ini.
Bimbingan Teknis ini menjadi wadah yang sangat berharga bagi para pengelola pondok pesantren dan ustadz yang berperan dalam pendidikan diniyyah. Mereka memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pengelolaan BOP dan bantuan insentif yang akan membantu meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Dr. H. Husnul Maram, M.HI yang akrab disapa Mas Maram melakukan pembinaan dalam kegiatan ini. Beliau mengucapkan terima kasih kepada Kemenag Gresik karena telah mengelola EMIS dengan sangat baik.
Oleh karena itu, Kemenag RI dapat memberikan BOP dan Bantuan Insentif yang cukup banyak kepada TPQ, Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di lingkungan Kemenag Gresik. Kakanwil Kemenag Jatim berharap Kemenag Gresik mempertahankan dan meningkatkan pencapaian emis tersebut. Beliau juga meminta agar pembagian bantuan ini juga tepat sasaran, tepat anggaran, dan tepat jumlah.
“Emis Kantor Kemenag Gresik sangat baik, oleh karenanya Kemenag RI Pusat dapat memberikan BOP maupun bantuan insentif lainnya kepada TPQ, Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di lingkungan Kemenag Gresik dengan jumlah yang cukup banyak. Saya juga berharap agar pemberian BOP dan bantuan insentif ini tepat sasaran, tepat anggaran dan tepat jumlah,” tandas Mas Maram
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur asli Gresik ini juga memberikan pesan dan tips kepada seluruh peserta Bimbingan Teknis ini bahwa untuk mengelola BOP dan Bantuan Insentif Ustadz di lingkungan Kemenag Gresik ini perlu beberapa cara, yakni :
1. Teamwork. Maksudnya semuanya harus bekerjasama antara yang satu dengan yang lain mulai dari pengasuh, pengurus, ustadz, dll. Semakin banyak teamwork kita, maka akan semakin baik juga hasilnya.
2. Networking/jejaring, Membangun jaringan dengan pihak-pihak terkait, termasuk pondok pesantren, ustadz, dan lembaga pendidikan, adalah penting. Dengan menjalin hubungan yang kuat, Anda dapat memperluas wawasan, mendapatkan dukungan, dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat.
3. Kolaborasi, Kolaborasi dengan pihak eksternal seperti pemerintah daerah, organisasi keagamaan, dan lembaga sosial juga memegang peran penting. Dengan bekerja sama, Anda dapat mencapai hasil yang lebih besar dalam pengelolaan dana dan insentif untuk pendidikan diniyyah.
4. Inovasi, pimpinan lembaga harus kaya inovasi. Terus berinovasi dalam pendekatan dan pengelolaan sumber daya. Dengan berpikir kreatif dan mencari solusi yang baru, Anda dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan BOP dan insentif ustadz.
Pentingnya peran pondok pesantren dalam pembinaan karakter dan pendidikan agama tidak bisa diragukan. Dengan dukungan dan bantuan yang diberikan oleh Kemenag, diharapkan pondok pesantren dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang memiliki keimanan yang kuat, ilmu yang mendalam, dan etika yang baik.
Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi sarana untuk memajukan pendidikan di pondok pesantren. Terima kasih kepada semua yang hadir dalam acara ini dan berperan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pondok pesantren. (Didik Hendri Telisik Hati)
















