Penulis: Khafid/Telisik Hati
BN News.com – Asosiasi UMKM RPB (Rakyat Pantura Bersatu) adalah salah satu komunitas yang ada di Kabupaten Gresik yang berkantor pusat di Jalan Raya Petung Panceng, tepatnya di Jalan Raya Dukun Gresik.

Asosiasi UMKM RPB sejak berdiri sekitar 1,5 tahun sampai sekarang masih eksis dalam membantu dan memperjuangan para pelaku umkm dan terbuka bagi siapa pun yang penting bisa bersama-sama berjuang untuk memberdayakan serta memajukan perekonomian masyarakat.

Peran Asosiasi UMKM RPB di masa pandemi berhasil membantu mensukseskan program pemerintah dengan mengadakan Acara Sosialisasi Keamanan Pangan dengan menghadirkan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dan BPOM Provinsi, Forkopimcam serta sekitar 89 peserta pelaku UMKM di berbagai kecamatan yang ada di kabupaten Gresik.

Tidak hanya itu, berbagai kegiatan dan acara digelar UMKM RPB, diantaranya membantu mulai proses pengurusan perijinan NIB, PIRT, MEREK, HALAL, BPOM, dll bagi para pelaku usaha dan juga pernah sukses membantu Kecamatan Dukun mengadakan kegiatan Bazar UMKM Perdana se-Kecamatan Dukun selepas pandemi.
Dalam membangun hubungan antara pengurus dan anggota, Asosiasi UMKM RPB membuat Agenda Acara Silaturahmi dan konsolidasi di masing-masing wilayah, yang sebelumnya diadakan di Kecamatan Dukun, dan kini giliran wilayah Gresik Timur yang diadakan di Kopi Ori Kecamatan Kebomas yang dihadiri oleh Ketua Asosiasi UMKM RPB Saudara Khafidl atau yang sering dipanggil Mas Memet beserta perwakilan pengurus dari koordinator Kecamatan Panceng, Dukun, Sidayu, Ujung Pangkah , Bungah dan Manyar.

“Terima kasih pada dulur-dulur semua yang sudah hadir, bahkan tetap semangat menunggu dan saya mohon maaf atas keterlambatan kami,” ucap ketua Asosiasi UMKM RPB saat membuka acara tersebut, Minggu (9/10/2022).
Dalam acara tersebut, ketua Asosiasi UMKM RPB juga membuka diskusi untuk menampung aspirasi dan harapan para pengurus dan beberapa anggota. “Saya berharap agar produk-produk bisa dipasarkan di berbagai tempat wisata yang ada di Kabupaten Gresik dan ada central UMKM RPB di masing-masing wilayah,” tutur Icha selaku Koordinator Kecamatan Kebomas.

Asosiasi UMKM RPB berharap pemerintah bisa memberikan dukungan maupun bantuan permodalan guna mewadahi para pelaku usaha di masing-masing kecamatan semacam Workshop atau central UMKM yang nantinya di tempat tersebut juga bisa dijadikan klinik UMKM atau bagi yang belum punya perijinan terkait produk dan tempat usaha, nanti bisa langsung ke workshop atau tempat usaha UMKM RPB.

“Salah satu poin penting juga, agar di saat warga luar Kabupaten Gresik yang berkunjung dan jika mencari produk-produk khas kecamatan yang ada bisa langsung menuju ke tempat yang sudah ada di wilayah masing-masing,” pungkas Memet. (Khafid/Telisik Hati)
















