GRESIK, BN News – Universitas Gresik (UNIGRES) menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana ke-XXXV, Wisuda Pascasarjana ke-XVI, dan Pelantikan Profesi Ners ke-XVIII Tahun 2026 pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum akademik penting bagi universitas dalam mengukuhkan capaian pendidikan para lulusan sekaligus menegaskan komitmen institusi terhadap pengembangan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, serta prosesi Senat Universitas Gresik memasuki ruang sidang. Suasana khidmat mengiringi pelaksanaan upacara melalui menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, dan Hymne Universitas Gresik. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan pembukaan sidang senat oleh Ketua Senat.
Salah satu agenda utama kegiatan adalah pelantikan lulusan Profesi Ners ke-XVIII. Prosesi ini meliputi pengambilan sumpah dan janji profesi, penandatanganan lafal sumpah secara simbolis, serta serah terima lulusan Ners kepada Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kabupaten Gresik.
Sebagai bagian dari penguatan identitas dan tanggung jawab profesi, acara dilanjutkan dengan penyematan pin PPNI kepada perwakilan lulusan serta penyerahan buku kode etik. Persembahan Mars PPNI dan sambutan Ketua DPW PPNI Jawa Timur turut melengkapi rangkaian pelantikan tersebut.
Prosesi ini menegaskan bahwa pendidikan profesi tidak hanya berorientasi pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada penanaman etika, tanggung jawab, dan komitmen pelayanan. Para lulusan diharapkan mampu menjalankan profesinya secara profesional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kode etik yang berlaku.
Rangkaian wisuda dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Gresik, kemudian pemanggilan nama-nama wisudawan dan wisudawati, penyerahan ijazah, serta pemindahan tali toga. Prosesi dilaksanakan secara bertahap bagi lulusan Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, Fakultas Sastra, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Program Pascasarjana.
Pengukuhan oleh Rektor menjadi penanda formal atas penyelesaian proses pendidikan di perguruan tinggi. Momen ini sekaligus merepresentasikan hasil kerja keras mahasiswa, dukungan keluarga, dedikasi dosen, serta peran tenaga kependidikan dalam mendukung terselenggaranya proses pendidikan yang berkelanjutan.

Rektor Universitas Gresik, Dr. Rian Pramana Suwanda, S.STP., M.HP., CHRMP, berpesan agar para lulusan tidak hanya menjadikan ijazah sebagai tanda keberhasilan akademik, tetapi juga sebagai amanah untuk memberikan manfaat.
“Gelar dan ijazah yang Anda terima hari ini bukan sekadar tanda kelulusan, melainkan sebuah amanah intelektual dan moral. Di luar sana, masyarakat menunggu kontribusi nyata, inovasi, dan integritas,” ujarnya pada Minggu (18/10/2026).
Selanjutnya, persembahan lagu dari tim paduan suara dan orkestra turut menghadirkan suasana apresiatif dalam perayaan akademik tersebut. Penampilan lagu “Bunda” oleh perwakilan wisudawan Program Pascasarjana menjadi salah satu bagian yang memberikan nuansa emosional, sebagai ungkapan penghormatan dan rasa terima kasih kepada keluarga atas dukungan selama menempuh pendidikan.
Sebagai bentuk penghargaan terhadap pencapaian mahasiswa, Universitas Gresik mengagendakan pembacaan surat keputusan wisudawan dan wisudawati berprestasi oleh Wakil Rektor I, dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan. Penghargaan ini menjadi wujud apresiasi institusi terhadap usaha, dedikasi, dan prestasi yang diraih mahasiswa selama menjalani pendidikan.
Rangkaian kegiatan juga mencakup serah terima lulusan Universitas Gresik kepada Ikatan Alumni Universitas Gresik (IKA UNIGRES), pembacaan Ikrar Alumni yang diiringi lagu Bagimu Negeri, serta sambutan perwakilan wisudawan terbaik. Keterlibatan ikatan alumni menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan para lulusannya. Alumni diharapkan tidak hanya menjadi representasi kualitas pendidikan universitas di tengah masyarakat, tetapi juga berperan dalam membangun jejaring profesional, memperluas kolaborasi, dan mendukung pengembangan institusi pada masa mendatang.
Salah satu agenda strategis dalam Rapat Senat Terbuka tahun ini adalah peluncuran logo Universitas Gresik. Agenda tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian acara yang juga diisi dengan sambutan Ketua Yayasan Usman Sadar dan penampilan Mars Universitas Gresik.
Peluncuran logo merupakan momentum penguatan identitas visual institusi. Identitas tersebut diharapkan dapat merepresentasikan semangat pembaruan, kesinambungan nilai-nilai akademik, serta tekad Universitas Gresik untuk terus berkembang dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengembangan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan mutu pembelajaran dan lulusan, tetapi juga dengan penguatan tata kelola, budaya akademik, reputasi, serta identitas kelembagaan yang konsisten.
Logo Baru Jadi Simbol Transformasi
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah peluncuran logo. Logo baru ini sebagai simbol transformasi menuju perguruan tinggi yang modern dan berdaya saing global. Ketua Yayasan Usman Sadar, Dr. A. Syifaul Qulub, mengatakan bahwa perubahan logo merupakan semangat baru dan komitmen membawa kampus semakin maju.

“Peluncuran logo baru ini bukan sekadar pergantian simbol visual, melainkan wujud transformasi, semangat baru,” kata Gus Afuk sapaan akrabnya.
Gus Afuk menyatakan pihak yayasan berkomitmen terus mendorong Universitas Gresik menuju kampus yang lebih modern, unggul, dan berdaya saing global.
“Mudah mudahan ikhtiar kami antara civitas akademik bagian terpenting dalam pemenuhan sumber daya manusia karakter unggul dan bermartabat,” tandasnya.
Makna Logo Baru
Logo baru Unigres memuat lima unsur utama yang memiliki makna filosofis :
Pertama, inisial UG sebagai identitas Universitas Gresik yang melambangkan sinergi, kolaborasi, dan kebersamaan seluruh sivitas akademika.
Kedua, bukur terbuka yang menggambarkan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, dan semangat belajar.
Ketiga, mata pena yang merepresentasikan pemikiran kritis, integritas akademik, serta semangat melahirkan inovasi dan perubahan positif.
Keempat, Tugu Gresik sebagai simbol jati diri, sejarah, dan kebanggaan lokal. Unsur ini menegaskan komitmen Unigres untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah sekaligus membawa nama Gresik ke tingkat yang lebih luas.
Kelima, tiga lapis buku yang melambangkan Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Selanjutnya, menjelang akhir acara, rangkaian kegiatan dilengkapi dengan sambutan Pengawas Yayasan Usman Sadar, pembacaan doa, dan penutupan Rapat Senat oleh Ketua Senat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi Senat meninggalkan ruang sidang dan penampilan orkestra yang mengiringi sesi dokumentasi.
Penyelenggaraan wisuda dan pelantikan profesi ini menjadi refleksi atas tanggung jawab Universitas Gresik dalam menghasilkan lulusan yang memiliki landasan keilmuan, kompetensi profesional, etika, dan kesiapan untuk beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia kerja.
Bagi para lulusan, wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan, mengembangkan kompetensi, dan memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
Melalui momentum akademik ini, Universitas Gresik meneguhkan komitmennya untuk terus memperkuat mutu pendidikan tinggi, mengembangkan budaya akademik yang berintegritas, serta membangun sinergi antara universitas, yayasan, alumni, organisasi profesi, dan masyarakat demi kemajuan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
“Universitas Gresik” Berkomitmen Membangun Generasi Unggul, Profesional, dan Berdaya Saing. (*)















