Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Memperingati Hari Pahlawan 2023, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Dr. KH. Husnul Maram, M.HI menggelar upacara di halaman setempat, Jumat (10/11/2023). Upacara memperingati aksi heroik di Surabaya pada 10 November 1945 tersebut terlihat berbeda dengan hadirnya 6 pemuka agama dengan baju agama masing-masing.
Secara bergantian, keenam pemuka agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu membacakan doa untuk arwah para pahlawan agar mendapatkan ganjaran dan tempat terbaik di sisi Tuhan. Selain itu, juga mendoakan para pemimpin negeri untuk diberi kekuatan dalam menjalankan amanah, serta negeri Indonesia menjadi bangsa yang maju dan berkeadilan sosial.
Pada upacara yang diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai pada Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha, Santoso menjadi inspektur upacara. Dalam amanatnya, Santoso membacakan sambutan Menteri Sosial.
Pada sambutan tersebut, Mensos menyebut peringatan Hari Pahlawan mengusung tema “Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan. Tema ini, tuturnya diangkat melalui renungan yang mendalam untuk menjawab ancaman penjajahan modern yang kian nyata. Mengingat kita merupakan pasar yang besar dan dikaruniai begitu banyak sumber daya alam yang luar biasa seperti tanah yang subur, hasil laut yang melimpah, kandungan bumi yang menyimpan beragam mineral.
“Inilah tantangan yang sesungguhnya bagi generasi penerus untuk mengelola kekayaan alam dan juga potensi penduduk Indonesia bagi kejayaan Bangsa dan Negara,” terang Santoso membaca sambutan Mensos.
Ia melanjutkan, ancaman dan tantangan ini akan kita taklukkan berbekal semangat yang sama seperti dicontohkan para pejuang 10 November 1945. Tidak mudah memang, tapi pasti bisa. Karena Pahlawan Bangsa telah mengajarkan kita nilai-nilai perjuangan. Nilai yang jika kita ikuti niscaya membawa jejak kemenangan.
Inspektur upacara mengatakan, para Pahlawan telah mengajarkan bahwa kita bukan bangsa pecundang. Kita tidak akan pernah rela untuk bersimpuh dan menyerah kalah. Sebesar apapun ancaman dan tantangan akan kita hadapi. Dengan tangan mengepal dan dada menggelora. “Dengan hanya berbekal bambu runcing, para Pahlawan dalam Pertempuran 10 November menghadapi musuh yang merupakan Pemenang Perang Dunia dengan persenjataan terbaiknya. Rakyat bergandeng tangan dengan para Tokoh Masyarakat dan Pemuka Agama berikut pengikutnya, bersama laskar-laskar pemuda dan pejuang dari seantero Nusantara, semuanya melebur menjadi satu. Merdeka atau Mati!,” ucapnya semangat. (Didik Hendri Telisik Hati)
















