Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Sebanyak 336 kepala sekolah dan 21 pengawas RA, MI, MTs, dan MA wilayah Gresik Selatan (Kecamatan Benjeng, Duduksampeyan, Cerme, Balongpanggang, Menganti, Kedamean, Wringinanom, dan Driyorejo) berkumpul di Aula Mandala, MAN 2 Gresik, (19/6/2023). Mereka mengikuti pembinaan terkait pelayanan pendidikan, oleh Wakil Bupati Gresik Hj. Aminatun Habibah, M.Pd.
Disampaikan wabup, kualitas pelayanan pendidikan akan mempengaruhi kepuasan masyarakat dan hasil dari pendidikan itu sendiri. Dalam institusi pendidikan dibawah naungan Kemenag (RA, MI, MTs, dan MA) utamanya, kualitas pendidikan erat kaitannya dalam menghasilkan generasi berakhlakul karimah.
Dalam kesempatan ini, wabup juga memberikan apresiasi atas upaya yang sudah dilakukan ekosistem pendidikan di Kabupaten Gresik. Ini terlihat dari naiknya beberapa indikator kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik, seperti di antaranya adalah indeks pendidikan, indeks ketahanan keluarga dan indeks pembangunan manusia.
“Ini menunjukkan bahwa Panjengan semua bersungguh-sungguh dalam mewujudkan SDM unggul di Kabupaten Gresik,” tegas Wabup yang pernah menjadi Kepala Sekolah selama 12 tahun itu.
Peningkatan indikator kualitas di bidang pendidikan ini bagi Wabup, merupakan modal dasar dalam usaha besar bagi penurunan angka kemiskinan dan angka pengangguran di Kabupaten Gresik.
Sebagaimana yang diketahui, angka kemiskinan di Kabupaten Gresik saat ini 11,06, dan angka pengangguran terbuka ada di angka 7,8. Dua indikator ini terbilang turun dibandingkan pada tahun sebelumnya.
“Saya dan pak bupati meyakini bahwa dua permasalahan tersebut (kemiskinan dan pengangguran), bisa diselesaikan lewat bidang pendidikan. Oleh karenanya saya meminta kepada Panjenengan semua untuk mau membantu Pemkab Gresik, dengan cara mencerdaskan anak-anak kita,” terangnya.
Terkait kepuasan pelayanan oleh masyarakat, wabup menghimbau ekosistem pendidikan di Kabupaten Gresik untuk terus menjalin komunikasi dua arah dengan wali murid. Cara ini, diyakini akan meminimalisir kesalahpahaman yang bisa saja terjadi antara pihak sekolah dan wali murid.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik Drs. H. Moh. Ersat, M.HI menyampaikan bahwa kepuasan pelayanan masyarakat terkait pendidikan juga menjadi perhatian dari Kemenag. Ini ditindaklanjuti dengan berbagai edaran, yang ditujukan kepada lembaga pendidikan di bawah Kemenag.
Kepala Kemenag Gresik juga memberikan apresiasi terhadap berbagai peningkatan indeks bidang yang dicapai oleh Kabupaten Gresik. Namun, harapannya capaian tersebut bisa terus ditingkatkan pada tahun yang akan datang. (Didik Hendri Telisik Hati)
















