GRESIK, BN News – Pernah terpikir nggak kalau menghafal Al-Qur’an itu baru langkah awal, bukan garis finish? Sabtu malam, 30 Mei 2026, suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti Pondok Pesantren Al Karimi Gresik saat menggelar Lailatul Qiro’ah dan Wisuda Al-Qur’an untuk 72 santri tangguh. Menariknya, Plt. Kakankemenag Gresik, Moh. Ali Faiq, hadir langsung mendampingi para wisudawan dari kategori 5 hingga 30 juz bersama Kepala Seksi Bimas Islam, Abdul Ghofar.
Kegiatan tahunan ini bukan sekadar seremonial panggung, lho. Kehadiran Kemenag Gresik di sini menegaskan bahwa sinergi pemerintah dan pesantren sangat krusial dalam mencetak benteng moral bangsa. Manfaatnya jelas, para santri mendapatkan pengakuan resmi atas kerja keras mereka, sekaligus memotivasi masyarakat urban maupun rural di Gresik untuk terus mendekatkan keluarga pada nilai-nilai Qur’ani.
Namun, ada pesan mendalam yang wajib kita renungkan. Moh. Ali Faiq mengingatkan agar para wisudawan tidak cepat berpuas diri. Setelah Al-Qur’an melekat di hati, ruang-ruang kosong di otak kita harus terus diisi dengan berbagai ilmu pengetahuan umum dan teknologi. Tantangan masa depan itu nyata! Generasi masa depan wajib adaptif dan serba bisa agar mampu mendominasi sektor positif serta menjadi penentu perubahan dunia.
Yuk, dukung terus putra-putri kita untuk mengintegrasikan ilmu agama dan sains demi masa depan Indonesia yang lebih cerah! (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
#KemenagGresik #PonpesAlKarimi #WisudaAlQuran #GenerasiQurani #SantriKeren
















