Penulis📰✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Pertama di Gresik! Durian bakar, cara unik nikmati rajanya buah kini hadir di Waroeng Kae Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Durian bakar hadir bagi penikmat buah berkulit berduri itu, karena selain sudah tidak memiliki aroma menyengat, juga rasanya yang lebih nikmat ketika disantap.
Tidak hanya itu, para pecinta durian di Kabupaten Gresik kini tak perlu jauh-jauh keluar kota untuk menikmati buah berjuluk King of Fruit. Hal ini lantaran Waroeng Kae kini menyediakan petik durian jenis musang king dan montong langsung dari pohonnya.
Berbeda dari tempat lainnya, selain durian dinikmati secara langsung, juga ada durian bakar yang punya sensasi rasa unik.
Salah satu penikmat durian sekaligus Wakil Bupati (Wabup) Gresik terpilih dr. Asluchul Alif bersama sang istri tercinta dr. Shinta Puspitasari menyampaikan kekagumannya atas keberhasilan petani asal Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah dalam membudidayakan buah durian.
“Salut. Para petani Gresik bisa sukses budidaya durian. Tadi saya bersama istri melihat langsung pohon durian yang buahnya lebat. Kami dan pengunjung lainnya bisa memetik dan menikmati langsung buah durian yang matang di pohon,” ungkap dr. Alif, Senin (6/1/2025).
Usai memetik buah durian, Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Gresik ini tak lupa mencoba kuliner baru durian bakar khas Waroeng Kae.
“Saya penasaran saat dikasih tahu ada kuliner durian bakar. Apalagi yang saya tahu ini pertama ada di Gresik,” kata dr. Alif.
Menurut dr. Alif, durian bakar punya rasa yang unik dan tekstur berbeda. Bau durian yang biasanya menyengat juga berkurang.
“Tentu rasanya sangat enak seperti ada karamel. Sangat cocok dimakan saat musim hujan karena duriannya hangat,” ujar Direktur RS Fathma Medika tersebut.
Sementara, Petani Durian sekaligus Owner Waroeng Kae, Muhammad Zidanne Rasendria
bercerita bahwa pada awal menanam pohon durian dirinya sempat diremehkan karena belum ada orang yang menanam di dataran rendah dan dekat dengan laut.
“Memang butuh perawatan ekstra. Apalagi saat musim penghujan sering ada genangan air sehingga perlu diberi tambahan pupuk dolomit. Alhamdulillah sekarang kami punya 45 pohon durian yang sudah berbuah,” kenang Zidan.
Anak dari Kepala Desa Pangkahwetan Syaifullah Mahdi itu menyampaikan, saat ini satu pohon durian bisa menghasilkan 40 sampai 60 buah dalam sekali panen.
Adapun harganya, dia mematok Rp75 ribu per kilo. Para pembeli bisa memilih langsung buah durian di kebun. Sementara bagi pembeli yang ingin menikmati durian bakar bisa datang ke Waroeng Kae.
“Harga durian bakar sama dengan yang biasa. Hanya menambah ongkos bakar Rp10 ribu per durian,” terang Zidan.
“Kami senang. Banyak orang yang cocok dengan rasa durian bakar pertama di Kabupaten Gresik,” tambahnya.
Selain durian bakar, lanjut Zidan, para pencinta kuliner juga bisa menikmati berbagai olahan makanan dan minuman yang disediakan Waroeng Kae. Mulai otak-otak bandeng, bandeng bakar, kare kepiting, kelan sembilang, sambal belut, es degan hingga wedang pokak.
Tempat makan seluas dua hektare ini memiliki nuasa tempo dulu. Terlihat dari 13 bangunan rumah joglo, lampu oblik, meja dan kursi jati hingga cikar. “Kami buka setiap hari dari pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Waroeng Kae adalah tempat nongkrong yang santai dengan nuansa tradisional dan sederhana, cocok buat yang suka suasana rumahan. Interiornya dihiasi dengan perabotan kayu dan dekorasi vintage yang bikin suasana akrab dan nyaman. Tempat ini punya area indoor dan outdoor, jadi pengunjung bisa pilih mau duduk di dalam atau di luar sambil menikmati udara segar.
Tempat ini sering jadi pilihan buat ngumpul bareng teman atau keluarga karena suasananya yang santai dan harganya yang bersahabat. Waroeng Kae berlokasi di Desa Kebonagung, Kecamatan Ujung pangkah, Kabupaten Gresik.
Waroeng Kae memiliki luas area 2000 m2 dan dapat menampung sebanyak 200pengunjung dengan jumlah pekerja sebanyak 12 orang .Terdapat Area parkir dengan luas 675 m2 (Kapasitas 200 unit motor, 25 unit mobil dan 2 unit bus) toilet, CCTV dan tempat ibadah.
Jam Operasional
Weekday : 09.00 – 18.00 WIB
Weekend : 09.00 – 18.00 WIB
Harga Menu
Rp. 25.000 – Rp. 75.000
Menu Ragam yang disajikan: Tradisional Nusantara
– Makanan : Ikan Bakar, Kelo Sembilang, Bakmi, Udang Saos Padang, Tumis Cumi Hitam dll
– Snack : Pisang Goreng, Kentang, Mendoan, Bonggolan, lalapan dll
– Minuman : Es Degan utuh, Es Teler Kae, Leci Mocktail, Legen, Pokak, Lemon Tea, Jus dll
Contact Person :089687475019 Didik (Admin)
Instagram : @waroengkae
Jumlah pengunjung tahun 2024 ( sisparnas.kemenparekraf.go.id ) :
Wisnu (Wisatawan Nusantara) : 2.480 orang
Selamatkan Kuliner Khas Gresik
Ikhtiar cerdas dan kreatif dilakukan Manajemen Waroeng Kae, sebuah tempat wisata kuliner ter-Gres yang ada di wilayah Gresik Utara, tepatnya Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Waroeng Kae, didirikan untuk merayakan kuliner khas Ujungpangkah Gresik Jawa Timur. Berdiri di area satu hektar dengan nuansa taman yang tertata indah, berbagai vegetasi bunga dan buah menjadi pemandangan yang menyejukkan. Berkonsep ruang makan semi outdoor dalam bangunan rumah-rumah tradisional yang terbuka, menangkap semilir angin dan memanjakan mata menikmati keindahan alam.
Citarasa kuliner khas Ujungpangkah berupa olahan laut, terutama hasil tambak bandeng. Otak-otak Bandeng menjadi menu andalan karena citarasa yang disuguhkan sungguh istimewa. Selain Otak-otak bandeng juga tersedia pepes dan bandeng bakar original yang lezat dan bergizi.
Kelo Sembilang juga salah satu menu andalan yang mampu menggoyang lidah, citarasa ikan sembilang yang empuk dan gurih dengan kuah asam pedas menjadi paduan yang paripurna untuk dinikmati dengan keluarga maupun kolega.
Menu cumi hitam, kepiting kare, udang sambel petis, belut goreng sambel trasi menjadi pendamping untuk merayakan kuliner khas Ujungpangkah.
Tidak hanya itu, yang segar dan khas adalah Es Legen, sari buah dari pohon siwalan yang banyak terdapat di pesisir utara ini menjadi pelepas dahaga yang semua pengunjung selalu minta tambah.
Kopi Gresik menjadi menu lokal untuk menikmati senja di ruang outdoor sembari memandang taman dalam obrolan ringan. ditumbuk secara manual dengan tekstur yang tak seragam, menjadikan kopi lokal ini sungguh sangat sayang jika dilewatkan.
“Sebagai tempat makan berkonsep taman di area pedesaan, kami selalu memastikan untuk memberikan pelayanan terbaik ala bintang lima dengan harga yang terjangkau. Jadi segera rayakan hidup ini dengan menikmati kuliner terbaik dari Waroeng Kae Ujungpangkah,” ajak Manajer Waroeng Kae Anna Shofiah, S.Pd didampingi Bagian Humas dan Informasi Abdullah Badik yang akrab dipanggil Didik. (Didik Hendri Telisik Hati)
#waroengkae #waroengkaeujungpangkah #kuliner #infokuliner #kulinerujungpangkah #kulinergresik #kulinerjatim #gresikkuliner #gresikhits #jatimhits #kulinertradisional #durianmontong #durianlovers
















