GRESIK, BN News – Kurikulum yang kaku dan sekadar jadi tumpukan kertas administrasi usang di lemari adalah ancaman nyata bagi masa depan generasi kita. Sadar bahwa dunia pendidikan tidak bisa cuma jalan di tempat, sebanyak 47 Madrasah Tsanawiyah (MTs) sewilayah Gresik Selatan mengambil langkah taktis untuk mendongkrak mutu pembelajaran.
Melalui sinergi kokoh KKMTs 01 & 06 Kabupaten Gresik, para kepala madrasah dan waka kurikulum berkumpul di Hotel Arayanna Trawas, Mojokerto pada Sabtu hingga Minggu, 6-7 Juni 2026, untuk menggelar Workshop Review Kurikulum Satuan Pendidikan TA 2026/2027.
Dipandu langsung oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Gresik, Masfufah, dan dikawal penuh oleh tim Pengawas Madrasah wilayah Gresik Selatan, mulai dari Kecamatan Benjeng hingga Wringinanom. Sebanyak 47 lembaga ini membedah tuntas dokumen KOSP, Capaian Pembelajaran (CP), hingga modul ajar. Tanpa ada sekat antara madrasah negeri dan swasta, forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik untuk mengintegrasikan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin serta 7 kebiasaan anak hebat Indonesia langsung ke dalam ruang kelas.
Ketua KKMTs 01, Pamuji, menegaskan bahwa kurikulum adalah ruh madrasah yang harus hidup menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman. Senada, Ketua KKMTs 06, Nasihin, memastikan bahwa seluruh ekosistem madrasah, mulai dari guru hingga orang tua, siap mengawal implementasi nyata ini saat tahun ajaran baru dimulai demi mewujudkan Madrasah Mandiri, Berprestasi.
Yuk, sampaikan harapan dan dukungan Dulur untuk kesiapan madrasah kita di kolom komentar!
#KemenagGresik #MadrasahMandiriBerprestasi #KurikulumMadrasah #GresikSelatan #MadrasahMaju
















