BN News – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Revitalisasi Madrasah melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pada Rabu–Kamis, 10–11 September 2025 di Surabaya.
PHTC Madrasah adalah Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) untuk Madrasah yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk revitalisasi sarana dan prasarana madrasah yang rusak berat maupun sedang. Program ini dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Agama (Kemenag) melalui APBN untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pemerataan akses pendidikan dengan rehabilitasi, renovasi, dan pembangunan ruang kelas serta MCK.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, serta Kabid Pendidikan Madrasah, Sugiyo, bersama para peserta yang merupakan madrasah penerima program revitalisasi, baik negeri maupun swasta, yang kondisi bangunannya mengalami kerusakan.
Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Jatim, Akhmad Sruji Bahtiar, menegaskan bahwa PHTC merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo yang patut disyukuri bersama.
“PHTC adalah salah satu program Presiden Prabowo. Untuk itu, kita harus bersyukur dengan adanya PHTC. Bentuk syukur itu ada tiga: syukur dengan hati, syukur dengan lisan, dan syukur dengan tindakan nyata. Tindakan nyata itu adalah tanggung jawab kita merawat gedung dengan baik, menjaga fisiknya, dan memastikan keamanannya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kakanwil menyampaikan bahwa tujuan utama program PHTC adalah membangun sumber daya manusia (SDM) dan mencetak generasi yang kuat, unggul dalam segala bidang. “Revitalisasi ini tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tapi juga investasi untuk kualitas pendidikan dan masa depan anak bangsa,” tambahnya.
Di akhir pengarahannya, Kakanwil mengingatkan seluruh peserta agar menjaga integritas dan tidak melakukan praktik yang merugikan. “Saya mengajak kepada seluruh peserta untuk berhati-hati, jangan sampai setelah proyek selesai ada pemberian dalam bentuk apapun. Mari kita jaga amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” pesannya.
Dalam laporannya, Sugiyo menjelaskan bahwa penentuan nominasi penerima bantuan revitalisasi madrasah dilakukan berdasarkan usulan Kemenag melalui data Emis, sementara survey penentuan kelayakan serta pelaksanaan pekerjaan proyek dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Jumlah nominasi tahap 1 dan 2 ada 226 madrasah. Setelah dilakukan survey, sebanyak 178 madrasah dinyatakan rusak berat dan sedang sehingga masuk dalam penanganan, sementara 48 madrasah dinyatakan rusak ringan sehingga tidak ditangani dalam program ini,” ungkapnya.
Kegiatan ini menghadirkan para narasumber dari Satker PPS (Pelaksanaan Prasarana Strategis) Kementerian PU dan Subdit Sarana Prasarana Direktorat KSKK Kemenag
Dengan adanya rapat persiapan ini, diharapkan program revitalisasi madrasah melalui PHTC di Jawa Timur dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















