GRESIK, BN News – Sebanyak 178 Tamu Allah (Calon Jamaah Haji) yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Annuriyah Benjeng, resmi diberangkatkan menuju asrama haji hari ini, Ahad (3/5/2026).
Pemberangkatan ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh warga Benjeng dan sekitarnya setelah melalui masa penantian dan persiapan panjang.
Pelepasan jamaah di Benjeng ini diiringi tangis haru dari ratusan keluarga dan kerabat yang memadati titik kumpul di kawasan Benjeng sejak dini hari untuk mengantarkan para tamu Allah tersebut.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dengan lantunan Talbiyah yang menggema di lokasi.
Ketua KBIH Annuriyah KH Misbahuddin menyatakan bahwa dari total 178 jemaah, seluruhnya telah dinyatakan memenuhi syarat istitha’ah kesehatan dan telah mengikuti serangkaian manasik haji intensif selama beberapa bulan terakhir.
Adapun Rincian Pemberangkatan Asal Wilayah: Kecamatan Benjeng, Balongpangang, Cerme, Duduk sampean dan sekitarnya Jumlah Peserta: 178 orang jemaah.
Armada: Rombongan diberangkatkan menggunakan bus pariwisata yang dikawal ketat oleh pihak keamanan untuk memastikan kelancaran menuju Embarkasi Surabaya (Sukolilo).Kondisi Jemaah: Mayoritas jemaah berada dalam kondisi sehat, dengan pendampingan khusus bagi jemaah kategori lanjut usia (lansia).
Sementara KH. Ahmad Hishol Muttaqin, S.Ag., MA mewakili KBIH Annuriyah Benjeng berpesan agar para jamaah senantiasa menjaga kesehatan fisik, mengingat perbedaan suhu yang cukup signifikan di Arab Saudi.
Selain itu, jamaah diingatkan untuk terus menjaga kekompakan antar sesama jemaah dari KBIH Annuriyah agar proses ibadah berjalan lancar.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Benjeng, Balongpangang ,cerme dan sekitarnya agar 178 warga kita ini diberikan kekuatan, kesabaran, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ucap Kyai Hishol sapaan akrab Ketua MUI Balongpanggang ini.
Setelah tiba di Asrama Haji Sukolilo, para jamaah akan menjalani pemeriksaan dokumen akhir dan kesehatan sebelum terbang menuju tanah suci pada keesokan harinya.
Untuk diketahui, Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Gresik mulai diberangkatkan, Sabtu (2/5/2026). Pada musim haji tahun 2026/1447 H ini, JCH asal Gresik sebanyak 2.675 yang diagendakan berangkat secara bertahap. Mereka terbagi dalam delapan kelompok terbang (kloter), yakni kloter 42 hingga 49.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Gresik, Lulus, SE, MA, menyampaikan, bahwa para jamaah calon haji dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 2–3 Mei 2026.
“Untuk kloter awal, yakni Kloter 42 sampai 46, akan masuk asrama haji pada Sabtu, 2 Mei 2026, sebelum diberangkatkan ke Jeddah menggunakan Saudia Airlines,” ujarnya sebelum keberangkatan kloter awal, Sabtu (2/5/2026).
Dikatakan, jumlah awal JCH Gresik tercatat sebanyak 2.689 orang. Namun, hingga saat ini berkurang menjadi 2.675 orang, karena 14 calon jamaah mengundurkan diri dengan berbagai alasan, yakni meninggal dunia (4 orang), sakit (4 orang), anggota keluarga sakit (3 orang), serta alasan pekerjaan (3 orang).
Secara teknis, katanya, setiap kloter terdiri atas 376 orang dan empat petugas haji, sehingga total per kloter mencapai 380 orang. Tahun ini, terdapat 22 titik pemberangkatan jamaah di wilayah Kabupaten Gresik.
Khusus Kloter 46, lanjut Lulus, dilepas secara simbolis di Kantor Bupati Gresik pada Sabtu (2/5/2026) sore. Pemberangkatan dilakukan menggunakan sembilan armada bus menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Diketahui, JCH termuda tahun ini adalah Sekar Sapata Zahra (16), warga Desa Gedangkulut yang berangkat melalui pelimpahan porsi dari orang tuanya. Sementara jamaah tertua adalah Tuminah binti Tasmi (95), warga Desa Wates Tanjung, Kecamatan Wringinanom.
Lulus memastikan, seluruh JCH yang beragkat memenuhi syarat istithaah kesehatan sebelum pelunasan biaya haji, melalui pemeriksaan dari Dinas Kesehatan. Selain itu, jamaah diwajibkan telah menerima vaksin lengkap, meliputi meningitis, COVID-19, dan polio sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi.
Ia mengimbau para jamaah agar mematuhi aturan selama berada di Tanah Suci, termasuk tidak mengambil foto atau melakukan siaran langsung di sembarang tempat yang dilarang.
“Selain itu, mengingat suhu di Arab Saudi cukup ekstrem, jamaah diharapkan selalu menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari risiko cedera pada telapak kaki,” pesannya.
“Semoga seluruh Jamaah Haji Kabupaten Gresik diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam setiap rangkaian ibadah, serta menjadi haji yang mabrur dan mabruroh. Aamiin,” pungkas Kepala Kemenhaj Gresik H. Lulus, SE, MA, Minggu (3/5/2026). (Telisik Hati)
















