Penulis📚 Gus Yani/Telisik Hati
BERHENTI
.
.
Salah satu pengalaman yang tak terlupakan dari Ibadah Haji adalah Wukuf di Arofah. Saya merasakan.. saat itu dunia seperti berhenti sejenak.
.
Saya tak punya hasrat apapun saat itu..
Bahkan seingat Saya.. jatah makan dari penyelenggara pun tidak saya makan.
Semua nafsu Saya hari itu seperti tak ada lagi.
.
Fokus Saya di hari itu cuma satu..
“Ya Alloh.. Saya pingin haji Saya ini Engkau terima.” 🥺
.
Kepinginan lain dan hajat seolah terlupa sejenak.. Saya tak lagi ingin macem-macem.
Padahal waktu sebelum berangkat sudah pingin doa ini itu.
.
Begitu ihram, begitu masuk Arofah..
Hati seperti runtuh.
Dunia seperti tertinggal di belakang.
.
.
Saya begitu takut jika haji Saya dan seluruh amal yang saya upayakan ternyata tidak diterima oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Karena pasti amat sangat sia-sia.
.
Isi doa saya kebanyakan adalah itu..
Selain doa minta ampun tentu saja.
.
Saya merenungkan..
Jangan-jangan, beginilah seharusnya isi pikiran kita sebagai hamba.
Ini nafas hidup yang sesungguhnya.
.
👉 Fokus mengkhawatirkan keadaan amal-amal kita. Bukan sibuk dan penuh khawatir atas urusan-urusan dunia.
.
Jujur saja..
Kita ini sudah lebih banyak takut pada sesuatu hal yang tidak penting lagi. Dan amat sangat duniawi.
.
Takut project tidak diterima.
Takut proposal tidak diterima..
Takut produk tidak diterima..
Takut anak tidak diterima di sekolah tertentu.
Takut suami tidak cinta lagi.. takut istri tidak setia lagi.
Takut ini dan itu..
Isinya ketakutan akan perkara dunia terus.
.
.
👉 Tapi teramat sangat jarang kita takut sedemikiannya seperti di atas, jika urusannya adalah amal-amal kita.
.
Kita tak pernah memikirkan..
• Apakah puasa Ramadhan kemarin diterima atau tidak..?
• Apakah sedekah kita selama ini diterima atau tidak..?
• Apakah sholat selama ini diterima atau tidak..?
Tak ada ketakutan yang amat sangat jika ternyata semua amal itu kelak ternyata tidak ada di dalam timbangan kebaikan kita.
Padahal.. ini yang seharusnya kita pikirkan.
.
Karenanya? Rasulullah Shollallahu’alaihi wassallam mengajarkan doa khusus setiap pagi..
“”اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ عِلمًا نافعًا ورزقًا طيِّبًا وعملًا متقبَّلًا
““Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima” (HR. Ibnu Majah no. 762)
.
Ujung semua belajar.. ujung semua rezeki yang dicari, adalah untuk punya amal yang diterima. ✅️
.
Amalan yang diterima itu amatlah penting..
Sebab kesempatan untuk itu hanya tersedia selama kita masih di dunia saja.
.
Hanya di sinilah kesempatan kita beramal.
Hanya di sini kesempatan kita beribadah.
.
Selepas ini..?? Tidak ada lagi.
Di kubur tinggal menanti.
Di akhirat menunggu dihakimi.
.
Wukuf mengajarkan saya.. 📝
Berhenti mikirin dunia terus.. karena sekeras apapun memikirkan. Dunia pasti akan meninggalkan. Makin jauh dan menjauh.
.
Pikirkanlah akhirat karena itu tujuan sebenarnya yang tak mungkin bisa dihindari. Dan akhirat itu mendatangi. Makin dekat dan makin dekat.
.
Sejenak berhenti.. ⚠️
Agar kita kembali ingat hal-hal yang terpenting, dan tujuan yang utama.
Mempertanggungjawabkan semua amalan.
.
Semoga dulur-dulur semua diberi kesempatan dipanggil Alloh ke tanah suci untuk berhaji dan umroh sekeluarga. Aamiin
.
*Penulis adalah Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, S.E.
















