GRESIK, BN News – SMAN 1 Kedamean kembali membuktikan kualitas pembinaan karakternya di tingkat daerah. Melalui proses seleksi yang panjang dan sangat ketat, Vito Dwi Oktaviandra P, Siswa SMAN 1 Kedamean berhasil meraih Juara Berbakat Putra Duta Genre Kabupaten Gresik 2026
Prestasi ini merupakan hasil dari perjalanan luar biasa yang dimulai sejak pendaftaran
pada 19 Februari 2026, disusul tahap wawancara mendalam pada 20 Februari 2026, hingga masa karantina yang berlangsung hingga malam Grand Final pada 12 April 2026.
Salah satu momen krusial dalam perjalanan Vito adalah saat menerima pembekalan langsung dari Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani, di Rumah Dinas Bupati pada 31 Maret
2026.
Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Dinas KBPPPA (Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) bersama Forum GenRe Indonesia Kabupaten Gresik ini menjadi ajang bagi Vito untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai remaja yang cerdas, ceria, dan berencana.
Kepala SMAN 1 Kedamean Nurul Wafiyah, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas capaian di bidang kependudukan dan remaja ini.
“Alhamdulillah, keberhasilan Vito meraih Juara Berbakat Putra Duta Genre Gresik 2026 ini adalah bukti bahwa siswa madrasah mampu menjadi role model yang positif bagi sesama remaja. Pemahaman Vito mengenai perencanaan masa depan dan perlindungan anak adalah modal penting untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat Gresik,” ungkap Bu Nurul sapaan akrab perempuan berprestasi yang juga Bendahara Umum IKA Unesa Gresik ini, Rabu (15/4/2026).
Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, wabil khusus generasi muda. Salah satunya, dengan menggelar Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Gresik Tahun 2026.
Grand final Apresiasi Duta Genre Gresik dihelat di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif pada Minggu malam, 12 April 2026 menetapkan pasangan Serry Satya dan Chandra Ari berhasil meraih Juara I. Juara II diraih oleh Shesa Nayla dan Raditya Moreno, serta Juara III diraih oleh Fahri Zaidan dan Syirilla syila.
Sedangkan, Juara Favorit diberikan kepada Alexandria Azzahra dan Billy Ardo, Juara Advokasi diraih oleh Adi Bachtiar dan Siti Aisyah, serta Juara Berbakat diraih oleh Vito Dwi dan Inggrit Sally. Kegiatan ini merupakan kegiatan strategis pemerintah daerah dalam membentuk remaja yang sehat, berkarakter, serta memiliki daya saing di tengah dinamika perkembangan zaman.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya difokuskan pada aspek infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia sebagai fondasi utama kemajuan daerah.
“Generasi muda merupakan investasi strategis bagi masa depan daerah. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan menjadi generasi yang berkualitas, berdaya saing, serta mampu menjaga diri dari berbagai perilaku berisiko,” ujar Dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.
Lebih lanjut disampaikan, Pemerintah Kabupaten Gresik masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pembangunan generasi muda, antara lain tingginya risiko perkawinan usia dini, pergaulan berisiko, dampak negatif perkembangan digital, serta isu kesehatan mental remaja.
Berdasarkan data, angka dispensasi pernikahan di Kabupaten Gresik menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir, yakni dari 211 kasus pada 2023, menjadi 193 kasus pada 2024, dan kembali menurun menjadi 176 kasus pada 2025. Penurunan tersebut didukung oleh kebijakan Peraturan Bupati Gresik Nomor 23 Tahun 2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak.
Namun demikian, kasus perlindungan anak pada tahun 2025 masih tercatat sebanyak 638 kasus, dengan 321 kasus melibatkan anak. Sementara itu, prevalensi stunting pada tahun 2024 berada pada angka 15,2 persen, menurun dari 15,4 persen pada tahun sebelumnya.
Dalam rangka menjawab berbagai tantangan tersebut, Pemkab Gresik terus memperkuat sinergi lintas sektor melalui program-program pembinaan remaja, di antaranya edukasi kesehatan reproduksi, pengembangan sekolah ramah anak, serta penguatan peran keluarga melalui program Bina Keluarga Remaja (BKR).
Ketua TP PKK Kabupaten Gresik sekaligus Bunda Genre Nurul Haromaini Ali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya peran remaja dalam menyikapi arus informasi di era digital secara bijak.
“Duta Genre diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan generasi muda, serta menjadi motivator bagi teman sebayanya,” tutur Ning Nurul, sapaan akrab, Nurul Haromaini Ali yang juga istri tercinta Bupati Gresik Gus Yani ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik dr. Titik Ernawati, MH menambahkan bahwa Duta Genre merupakan bagian dari implementasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
“Duta Genre berperan sebagai edukator, konselor, dan influencer dalam menyosialisasikan program kepada masyarakat, khususnya remaja,” jelasnya.
Program Genre sendiri berfokus pada Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), meliputi pencegahan perkawinan usia dini, pergaulan berisiko, serta penyalahgunaan narkoba.
Pemerintah berharap para finalis mampu menjadi agen perubahan (agent of change) dan teladan bagi generasi muda di Kabupaten Gresik. Dan, mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, sehat, dan berkarakter dalam rangka mewujudkan visi pembangunan daerah serta menyongsong Indonesia Emas. (Telisik Hati)
















