Penulis📚✍️ Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Jawa Timur, Direktur Penerangan Agama Islam Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI mengukuhkan Majelis Dai Kebangsaan Provinsi Jawa Timur masa bakti 2023/2026, Senin (18/12) di Sidoarjo.
Usai dikukuhkan, kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dr. KH. Husnul Maram, M.HI mengatakan, para da’i merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam menyampaikan pesan-pesan agama, pesan-pesan pembangunan melalui bahasa agama yang damai menyejukkan, moderat, dan penuh toleransi.
“Penceramah dapat menyampaikan dalam kalimat yang baik dan santun. Terbebas dari makian, maupun ujaran kebencian yang dilarang oleh agama mana pun,” ungkap Kakanwil yang akrab disapa Mas Maram ini, Kamis (21/12/2023).
Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bisa sukses meningkatkan kualitas kehidupan beragama tanpa partisipasi masyarakat. Karenanya, lanjut Maram perlu ada kolaborasi dan sinergi antara keduanya.
“Indonesia harus bangga sebagai bangsa yang antara agama dan masyarakatnya sangat kuat, tingkat keterlibatan masyarakat menjadi infrastruktur sosial yang kokoh dan kuat,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, para agamawan dapat membawa Islam yang rahmatal Lil alamin. Penceramah, harap Kakanwil juga memiliki pengetahuan tentang ketahanan nasional dan turut andil dalam pencegahan terorism.
Sementara itu, Ahmad Zayadi, Direktur Penerangan Agama Islam Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI menjelaskan latar belakang dibentuknya Majelis Dai Kebangsaan (MDK) adalah untuk menjaga kebinekaan di Indonesia yang multi etnis, bahasa, suku budaya dan agama agar tetap menjaga persatuan dalam bingkai NKRI.
“Kita patut bersyukur Indonesia memiliki sejumlah keistimewaan, kekhasan, dan infrastruktur sosial yang sangat kokoh, karena ada ormas keagamaan dadaIslam, serta keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan bangsa dan negara,” terang pejabat yang pernah menjadi Kakanwil Kemenag Jatim pada 2019 lalu.
Adapun kekhasan Indonesia tersebut, ujar Zayadi adalah keterlibatan masyarakat dan ormas dalam proses berbangsa dan bernegara, pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa, serta menjaga Indonesia
Dibandingkan dengan di timur tengah, lanjut Zayadi di Indonesia lebih komplek dari berbagai sisi, sehingga perlu terus dijaga melalui dakwah yang menyejukkan dan membawa pesan perdamaian. “Pesan dakwah yang rahmatan lil alamiin,” tandasnya.
Ia berharap, dai kebangsaan ini tidak hanya sekedar dikukuhkan kemudian berhenti begitu saja, tapi juga bisa berjalan seperti yang diharapkan umat. (Didik Hendri Telisik Hati)
















