Gresik, BN News — Biennale Jawa Timur kembali hadir dalam edisi kesebelas dengan mengusung tema “Hantu Laut”, sebuah refleksi tentang relasi masyarakat pesisir dengan infrastruktur, sejarah, dan praktik sosial di tengah arus perubahan zaman. Acara pembukaan akan digelar pada Minggu, 24 Agustus 2025 pukul 15.00 WIB di Pudak Galeri Gresik, Jl. Pahlawan No. 26, Bedilan, Gresik.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2005, Biennale Jatim telah menjadi barometer aktivitas seni rupa di Jawa Timur. Pada penyelenggaraan tahun ini, “Hantu Laut” menghadirkan pendekatan multidisipliner, memperkuat keterhubungan praktik seni dengan masyarakat, dan membangun jejaring inklusif dalam ekosistem seni-budaya di wilayah pesisir.
Kampung Lumpur: Estetika dari Kehidupan Sehari-hari
Tema “Hantu Laut” berakar dari pengalaman riset sosial dan artistik di Kampung Lumpur,
Gresik. Di sana, estetika lahir dari benda-benda sederhana: tekstur kuliner pesisir, anyaman bambu, hingga alih fungsi infrastruktur keras menjadi ruang sosial. Sebuah box culvert, misalnya, tidak lagi sekadar saluran drainase, tetapi berubah menjadi bangku di depan gapura gang—simbol bagaimana masyarakat melunakkan beton dengan interaksi dan kreativitas sehari-hari.
Fenomena ini mencerminkan semangat Biennale Jatim XI: seni tidak hanya hadir di ruang galeri, tetapi juga tumbuh dari cara warga merespons tantangan hidup, merajut warisan, dan menciptakan ruang sosial yang baru.
Rangkaian Acara
Pembukaan Biennale Jatim XI akan dimulai dengan konferensi pers pukul 15.00 WIB,
dilanjutkan prosesi pembukaan pukul 18.30 WIB dengan rangkaian art performance, sambutan kurator, Direktur Eksekutif Biennale Jatim XI, Direktur Yayasan Biennale Jatim, Bupati Gresik, hingga perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Acara kemudian diteruskan dengan tur kuratorial sebagai pengenalan awal karya-karya yang dipamerkan.
Tentang Biennale Jatim XI
Biennale Jatim XI adalah ruang pertemuan lintas disiplin yang berupaya membaca ulang relasi masyarakat dengan laut, infrastruktur, dan sejarah lokal. Dengan tema “Hantu Laut”, biennale ini ingin menegaskan pentingnya mendengarkan suara-suara pesisir, baik melalui karya seni maupun praktik sosial, dalam merespons dinamika kontemporer.
Untuk informasi lebih lanjut dan konfirmasi kehadiran, hubungi:
biennalejatim@gmail.com
WhatsApp: +62 812-3511-3644 (Alamanda)
















