GRESIK, BN News – Santri Indonesia, Pilar Peradaban Dunia! Hari Santri Nasional 2025 tiba dengan gaung semangat yang membara! Hari ini, kita bukan hanya merayakan warisan perjuangan ulama dan santri dalam merebut kemerdekaan, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban dunia
yang gemilang.
“Dari UPT SMP Negeri 10 Gresik, kami berdiri tegak bersama para santri, meyakini bahwa di pundak generasi muda inilah tersimpan kunci masa depan bangsa. Santri adalah simbol integrasi sempurna antara kecerdasan
spiritual, intelektual, dan nasionalisme,” ungkap Kepala UPT SMPN 10 Gresik Nur Aliyah, M.Pd, Kamis (23/10/2025).
Peraih Juara 1 Anugerah Guru Prima (AGP) tingkat Kabupaten dan Provinsi yang akan berlaga di tingkat Nasional ini menegaskan, para santri adalah penjaga tradisi, sekaligus pionir inovasi. “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”.
“Tagline ini bukan sekadar janji, melainkan panggilan suci. Artinya,setiap langkah santri, setiap doa, setiap ilmu yang dipelajari, adalah kontribusi nyata bagi martabat bangsa di kancah global,” tegas Wanita kelahiran 8 Maret 1977 yang pernah meraih gelar sebagai Guru Berprestasi Tingkat Nasional hingga mendapatkan reward studi banding dari Kementerian Pendidikan ke Belgia dan Belanda.
“Mari kita wujudkan Indonesia Emas 2045 dengan karakter santri yang tangguh, toleran, dan berdaya saing Internasional. Selamat Hari Santri Nasional 2025! Teruslah berkarya, teruslah mengaji, dan teruslah menjadi lentera bagi nusantara dan dunia,” pungkas Hj. Aliyah yang pernah mengajar di MAN 1 Gresik, SMA Assa’adah, dan SMP Negeri 1 Sidayu, hingga akhirnya diangkat menjadi Kepala Sekolah di UPT SMPN 10 Gresik. (Telisik Hati)

“Tagline ini bukan sekadar janji, melainkan panggilan suci. Artinya,setiap langkah santri, setiap doa, setiap ilmu yang dipelajari, adalah kontribusi nyata bagi martabat bangsa di kancah global,” tegas Wanita kelahiran 8 Maret 1977 yang pernah meraih gelar sebagai Guru Berprestasi Tingkat Nasional hingga mendapatkan reward studi banding dari Kementerian Pendidikan ke Belgia dan Belanda.















