Prigen Pasuruan, BN News — SMK Negeri 6 Surabaya menggelar kegiatan Pelatihan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pengurus OSIS/MPK Tahun 2025–2026 kepada Pengurus OSIS/MPK Tahun 2026–2027. Kegiatan yang berlangsung pada 22–24 Oktober 2026 tersebut dilaksanakan di TSOT, Prigen, Pasuruan, sebagai bagian dari upaya sekolah mempersiapkan generasi kepemimpinan siswa yang bertanggung jawab, inspiratif, dan mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan sekolah.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi keberlanjutan organisasi siswa di SMK Negeri 6 Surabaya. Selain menjadi ajang serah terima amanah kepengurusan, kegiatan juga diisi dengan pelatihan untuk membekali pengurus baru dengan wawasan, keterampilan organisasi, serta nilai-nilai kepemimpinan yang diperlukan dalam menjalankan tugas selama satu periode kepengurusan.
Dalam sambutannya, Nono Tri Hariyanto, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Pengajaran, menegaskan bahwa menjadi fungsionaris OSIS/MPK bukanlah sekadar menjalankan program kerja, tetapi merupakan sebuah amanah besar.

“Sebagai fungsionaris, baik OSIS maupun MPK, anak-anak memikul tanggung jawab yang besar. Kalian membawa aspirasi, amanah, dan harapan dari 2.492 siswa SMK Negeri 6 Surabaya,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengurus OSIS/MPK memiliki posisi strategis sebagai role model atau teladan bagi seluruh siswa. Setiap perkataan dan tindakan pengurus akan menjadi perhatian, bahkan dapat ditiru dan dinilai oleh teman-temannya.
Oleh karena itu, dalam menjalankan organisasi, Nono menekankan pentingnya empat tahapan utama yang harus menjadi budaya kerja pengurus OSIS/MPK, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut.
Tahap pertama adalah perencanaan. Setiap kegiatan harus dipersiapkan sejak awal dengan jelas, mulai dari bentuk kegiatan, waktu pelaksanaan, pihak yang terlibat, hingga tujuan akhir yang hendak dicapai. Perencanaan yang matang menjadi dasar agar kegiatan dapat berjalan secara terarah.
Tahap kedua adalah pelaksanaan. Program yang telah dirancang harus direalisasikan dengan koordinasi yang baik antarlini atau bagian sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Selanjutnya, tahap ketiga adalah evaluasi. Pengurus perlu melihat keterlaksanaan kegiatan, hasil yang diperoleh, kendala yang dihadapi, serta bagian-bagian yang masih belum maksimal. Evaluasi menjadi ruang pembelajaran agar organisasi terus berkembang.
Tahap terakhir adalah rencana tindak lanjut. Hasil evaluasi harus menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk memperbaiki pola kerja dan merancang kegiatan yang lebih efektif.
“Jadi, jangan hanya melaksanakan kegiatan. Pastikan setiap kegiatan memiliki proses yang lengkap: direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi, kemudian ditindaklanjuti,” pesan Nono kepada para pengurus.
Pada kesempatan tersebut, Nono juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pengurus OSIS/MPK periode 2025–2026 atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan amanah. Ia berharap seluruh upaya yang telah dilakukan menjadi pengalaman berharga dan mendapatkan balasan terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa.
Kepada pengurus OSIS/MPK periode 2026–2027, ia berpesan agar amanah yang telah diterima dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan berbagai inovasi dan prestasi.
“Semoga kepengurusan OSIS/MPK tahun 2026–2027 mampu menjadikan SMK Negeri 6 Surabaya semakin baik dan semakin berjaya, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional,” harapnya.
Melalui kegiatan pelatihan dan serah terima jabatan ini, estafet kepemimpinan organisasi siswa di SMK Negeri 6 Surabaya secara resmi berlanjut. Bukan sekadar pergantian nama dalam struktur kepengurusan, tetapi juga perpindahan amanah, semangat, dan tanggung jawab untuk membawa sekolah melangkah lebih maju. (*)
















