GRESIK, BN News – Jangan biarkan anak madrasah bosan di kelas karena metode belajar yang monoton! 📈✨
Era digital menuntut perubahan cepat, dan Kemenag Gresik tidak ingin ada guru yang tertinggal. Demi memangkas kesenjangan kualitas pendidikan, sebanyak 180 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Kebomas dikumpulkan dalam workshop peningkatan mutu kompetensi di Gedung PKPRI Gresik.
Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kebomas ini bertujuan menciptakan ekosistem pembelajaran yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan melalui pemanfaatan IT. Dalam lokakarya ini, Kasi Pendma Kemenag Gresik, Masfufah, mengupas tuntas metodologi asesmen adaptif dan penyelarasan kurikulum berbasis platform digital. Ketua KKMI Kebomas, Mashadi, menegaskan bahwa integrasi teknologi kini menjadi keharusan mutlak untuk mendongkrak daya saing lulusan.
Membuka acara secara resmi, Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, mengingatkan bahwa secanggih apa pun gawai yang digunakan, kompas utamanya tetaplah karakter siswa.
“Guru madrasah hari ini dituntut untuk tidak boleh gagap teknologi. Kita semua harus melek IT demi menyajikan metode pembelajaran yang relevan dan menarik bagi generasi digital saat ini. Namun, di atas semua kecanggihan alat digital itu, tugas utama kita tetaplah membentuk karakter. Guru harus siap menjadi pendidik yang berakhlak mulia dan mempunyai integritas tinggi,” tegas Kepala Kemenag, Sabtu (4/7/2026).
Melalui standardisasi kompetensi ini, Kemenag Gresik berkomitmen mencetak generasi masa depan yang kompetitif sekaligus kokoh secara spiritual. Yuk, bagikan opini Dulur di kolom komentar mengenai digitalisasi madrasah ini! (*)
#KemenagGresik #MadrasahMaju #GuruMelekIT #TransformasiDigital #KebomasGresik
















