GRESIK, BN News – PetroNite Fest 2026 yang digelar Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero), menjadi etalase bagi produk unggulan desa dan kelurahan di sekitar perusahaan. Sebanyak delapan stan dari desa dan kelurahan binaan menghadirkan beragam produk unggulan khas wilayah masing-masing, mulai dari minuman herbal, makanan olahan, hingga produk pangan berbahan baku hasil budidaya masyarakat.
Kehadiran produk-produk tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi ribuan pengunjung yang memadati kawasan Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma, Gresik.
Salah satu stan yang menarik minat pengunjung adalah Kelurahan Sukorame. Di stan ini, pengunjung dapat menikmati minuman markisa segar dan kerupuk bayam Brazil yang seluruh bahan bakunya berasal dari hasil budidaya warga setempat. Retno Istanti (62), anggota tim stan Kelurahan Sukorame, menjelaskan bahwa kedua produk tersebut lahir dari potensi yang selama ini dikembangkan masyarakat.
“Di Sukorame ada Kampung Markisa. Tanaman ini dibudidayakan oleh warga kami sendiri. Saat ini ada sekitar 10 anjang-anjang markisa yang tumbuh produktif. Selain itu, hampir setiap rumah juga menanam bayam Brazil di dalam pot. Markisa dan bayam inilah yang kemudian kami olah menjadi produk unggulan kelurahan,” ujar perempuan yang akrab disapa Tanti.
Ia menuturkan, budidaya markisa dikelola secara gotong royong oleh warga. Di RW 1 saja terdapat 12 kader ibu-ibu dan 10 bapak-bapak yang aktif merawat sekitar 100 tanaman markisa, baik jenis kuning maupun ungu.
Sementara itu, bayam Brazil kini tumbuh di ratusan pot milik warga. Tanaman yang mudah dirawat tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai sayuran, tetapi juga diolah menjadi kerupuk sehingga memiliki nilai tambah secara ekonomi.
Menurut Tanti, keikutsertaan dalam PetroNite Fest dari tahun ke tahun memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha masyarakat. Produk-produk Sukorame yang sebelumnya hanya dipasarkan melalui media sosial dan penjualan langsung dari rumah kini semakin dikenal serta memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas.
“Kalau dulu kami hanya promosi lewat story WhatsApp dan menjualnya dari rumah, sekarang karena sering mengikuti pameran seperti ini, produk kami semakin dikenal. Pesanan pun terus meningkat. Saat Lebaran misalnya, penjualan minuman markisa bisa mencapai sekitar 100 boks, masing-masing berisi 16 gelas,” ungkapnya.
Perkembangan tersebut tidak lepas dari pendampingan Petrokimia Gresik melalui Program Lontar (Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar). Tidak hanya membantu proses produksi, perusahaan juga memberikan pendampingan dalam aspek pemasaran sehingga produk-produk unggulan warga dapat dipasarkan di stan swalayan Koperasi Konsumen Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG).
“Pendampingannya sangat menyeluruh, termasuk strategi pemasaran. Salah satunya dengan memberi kesempatan mengikuti PetroNite Fest yang setiap hari dikunjungi ribuan orang,” tambah Tanti.
Keberhasilan serupa juga dirasakan masyarakat Kelurahan Karangturi. Melalui pendampingan Petrokimia Gresik, masyarakat berhasil mengembangkan jahe merah menjadi minuman instan berbentuk bubuk yang praktis disajikan. Produk tersebut kini dipasarkan dalam kemasan sachet maupun botol dan menjadi salah satu produk unggulan Karangturi.
Yuanita Fitri Agustin (45), tim stan Karangturi, mengatakan bahwa seluruh proses pengembangan usaha tersebut berawal dari program pembinaan perusahaan.
“Kami mendapatkan bibit jahe merah dari Petrokimia Gresik, kemudian dibimbing mulai dari cara budidaya hingga mengolahnya menjadi minuman bubuk. Sekarang produk ini menjadi salah satu unggulan kami,” ujarnya.
Menurut Nita, keberhasilan tersebut membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat Karangturi. Selain dipasarkan melalui Swalayan K3PG, produk jahe merah juga dijual di rumah-rumah warga.
Tidak hanya minuman herbal, stan Karangturi juga menghadirkan lontong Ubus, salah satu kuliner khas Gresik yang selalu menjadi incaran pengunjung. Selama penyelenggaraan PetroNite Fest, sekitar 40 kotak lontong Ubus dengan harga Rp12.000 per kotak selalu habis terjual setiap harinya.
“Alhamdulillah kami selalu mendapat kesempatan mengikuti PetroNite Fest. Kegiatan seperti ini sangat membantu meningkatkan pendapatan UMKM di Karangturi,” tuturnya.
PetroNite Fest 2026 yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-54 Petrokimia Gresik diikuti oleh 670 tenant yang terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL), 73 stan outdoor VIP, dan 39 stan indoor VIP, yang akan berlangsung hingga 5 Juli 2026. Selain itu, Petrokimia Gresik juga melibatkan 12 tenant mitra binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), delapan di antaranya berasal dari desa dan kelurahan di sekitar perusahaan, yakni Karangpoh, Karangturi, Roomo, Sukorame, Kroman, Lumpur, Ngipik, dan Tlogopojok.
Melalui PetroNite Fest, Petrokimia Gresik terus memperkuat pemberdayaan masyarakat dengan membuka akses promosi yang lebih luas bagi produk-produk unggulan desa dan kelurahan di sekitar perusahaan. Potensi lokal yang sebelumnya dipasarkan dalam skala terbatas kini memiliki kesempatan menjangkau lebih banyak konsumen, berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Telisik Hati)
















