GRESIK, BN News – Pesantren hari ini tak lagi sekadar tempat menimba ilmu agama, tapi juga poros utama penggerak ekonomi warga! Sabtu (8/8/2026), Ponpes Ihyaul Ulum Dukun menjadi saksi langkah besar peluncuran Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren (KSEKP) yang didukung penuh oleh Kantor Kemenag Gresik bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar.
Langkah strategis ini hadir sebagai respons nyata Inpres No. 8 Tahun 2025 untuk mencetak pesantren yang mandiri dan menghapus kemiskinan ekstrem. Melalui program ini, sebanyak 35 pesantren dan SMK keagamaan se-Kabupaten Gresik memamerkan kesiapan mereka bertransformasi: mulai dari penyerahan sertifikat halal UMKM binaan, penandatanganan link and match pendidikan vokasi dengan dunia industri, hingga penghargaan khusus bagi LP3H STAI Ihyaul Ulum atas percepatan wajib halal.
Menko PM, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa kemajuan industri daerah wajib memberi dampak langsung bagi warga lokal. “Jangan sampai industri tumbuh besar, tetapi masyarakatnya justru tertinggal. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya mengandalkan trickle down,” tegas beliau.
Menjawab tantangan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, memastikan pihak Kemenag hadir mengawal ekosistem keagamaan dari hulu ke hilir. “Kemenag Gresik hadir dan berkomitmen penuh mengawal setiap langkah penguatan pesantren. Kami memastikan ekosistem keagamaan di Gresik siap bertransformasi, tidak hanya melahirkan generasi yang unggul secara spiritual dan akademis, tetapi juga mandiri secara ekonomi,” ungkap beliau.
Ke depan, penguatan kurikulum vokasi dan sertifikasi halal UMKM pesantren akan terus diperluas secara berkelanjutan. (*)
#KemenagGresik #PesantrenMandiri #HalalGresik #EkonomiPesantren #GresikBisa
















