GRESIK, BN News — Dalam rangka mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan modal sosial dan ekonomi yang dimilikinya.
Potensi tersebut dikembangkan melalui gagasan Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren (KSEKP) sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren. KSEKP diharapkan mampu menjadi ekosistem yang mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat kemandirian ekonomi pesantren, menciptakan lapangan kerja, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar pesantren.
Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus dalam Kunjungan Kerja Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) di Kabupaten Gresik dalam rangka Program Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Gresik.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Bapak Muh. Muhaimin Iskandar, bersama Bupati Gresik, Bapak H Fandi Akmad Yani, turut menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV), KADIN Gresik, dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik. Hadir pula dalam acara tersebut dari KADIN Prop Jatim yang diwakili oleh Bp. Darno, SE., MM., Ak Ketua Komisi Tetap Pendidikan, Pelatihan dan Magang.
Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, serta lembaga pendidikan vokasi. Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun sistem pendidikan dan pelatihan yang lebih responsif terhadap kebutuhan dunia kerja sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia di Kabupaten Gresik.
KADIN Gresik Berikan Bantuan Sertifikasi BNSP bagi 50 Siswa
Sebagai bentuk konkret komitmen dunia usaha dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi berbasis pesantren, KADIN Gresik memberikan bantuan program sertifikasi kompetensi BNSP kepada 50 siswa kelas XII SMK berbasis pondok pesantren senilai Rp 50 juta.
Program ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda pesantren agar memiliki kompetensi yang tidak hanya diperoleh melalui proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga mendapatkan pengakuan kompetensi melalui sertifikasi yang sesuai dengan standar yang berlaku.
Sertifikasi kompetensi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dunia usaha dan dunia industri terhadap lulusan SMK, sekaligus memperbesar peluang siswa untuk memasuki dunia kerja, mengikuti pemagangan, mengembangkan usaha, maupun melanjutkan pengembangan kompetensi pada jenjang berikutnya.
“Ketua Kadin Gresik H. M.Choirul Rizal, ST., MM menyampaikan, pihaknya ingin mendorong agar lulusan SMK berbasis pesantren memiliki bekal yang lengkap. Tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi yang terukur dan diakui. Sertifikasi kompetensi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing lulusan dan mempertemukan kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.”
Membangun Ekosistem Vokasi Berbasis Pesantren
Keterlibatan KADIN Gresik dalam pengembangan KSEKP merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri.
Pesantren memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pembentukan karakter, tetapi juga memiliki jaringan sosial, potensi ekonomi, serta basis masyarakat yang kuat. Dengan penguatan kompetensi dan kewirausahaan, pesantren dapat berkembang menjadi salah satu pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sinergi TKDV, KADIN Gresik, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Pemerintah Daerah, Pesantren, SMK, dan Dunia Industri diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program, antara lain pelatihan berbasis kebutuhan industri, sertifikasi kompetensi, pemagangan, penempatan kerja, pengembangan kewirausahaan, serta kemitraan usaha.
Pengembangan KSEKP pada akhirnya diharapkan tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi sumber daya manusia, tetapi juga mampu mendorong penciptaan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat ekonomi pesantren, dan berkontribusi terhadap upaya pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Kabupaten Gresik diharapkan dapat menjadi salah satu contoh pengembangan ekosistem vokasi dan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
KADIN Gresik berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dan lembaga pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten, produktif, mandiri, dan berdaya saing melalui penguatan hubungan dunia usaha, pendidikan vokasi, dan pesantren. (Telisik Hati)















