Gresik, BN News – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik melalui Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Manyar menggelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Pondok Pesantren Al Amin, Desa Manyarejo, Rabu (24/9/2025).
Kegiatan ini bertujuan membekali santri dengan pemahaman mendalam tentang tantangan kenakalan remaja dan cara menghadapinya, sekaligus menguatkan mereka menjadi “Generasi Qur’ani.”
Kegiatan ini dihadiri para Penyuluh Agama Islam, asatidz, serta siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) Huffadz Al Amin. Materi pertama disampaikan oleh Nurul Kholifah, yang mengupas enam cara menjadi “Generasi Qur’ani” atau disingkat “Qeren.” Metode ini menekankan pentingnya sikap bijaksana, religius, inklusif, bertanggung jawab, serta kemampuan mengembangkan diri, semua berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Selanjutnya, Abd. Malik memaparkan fakta-fakta kenakalan remaja yang marak terjadi, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, pernikahan dini, hingga geng dan balap liar. Ia menekankan bahwa kenakalan ini dapat dicegah dengan strategi sederhana namun efektif, yaitu aktif terlibat dalam kegiatan intra dan ekstra sekolah, serta kegiatan pesantren.
Studi dari Jurnal Pendidikan Islam (Vol. 11, No. 2, 2022) menunjukkan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan keagamaan dan sosial di sekolah atau pesantren secara signifikan menurunkan tingkat risiko kenakalan remaja.
Kegiatan yang memberikan manfaat nyata ini ditutup dengan doa bersama, dipimpin oleh Azharur Rofiqi. Bimbingan ini diharapkan mampu menciptakan santri yang berakhlak mulia dan tangguh menghadapi arus negatif globalisasi, sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda lainnya di Kabupaten Gresik. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
















