Penulis📰✍️ Irfan Akbar/Telisik Hati
BN News – Setelah satu bulan penuh digelar, pameran “The Jumping City” akhirnya resmi ditutup pada 22 Maret 2025. Pameran ini telah menyuguhkan pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjung, dengan menghadirkan karya seni yang tidak hanya memikat, tetapi juga pesan mendalam tentang dinamika kehidupan yang terus bergerak cepat, seakan-akan “melompat” dari satu perubahan ke perubahan lainnya.
Pameran ini berhasil mengundang perhatian banyak orang, baik dari kalangan seni maupun masyarakat umum, yang merasa tertarik untuk mengeksplorasi ide-ide segar yang disajikan dalam karya-karya tersebut. Karya-karya yang dipamerkan menggambarkan bagaimana setiap individu dituntut untuk mampu beradaptasi dengan dunia yang senantiasa berubah.
Acara penutupan pameran The Jumping City berlangsung dengan meriah di Sualoka Hub dengan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan menarik diantaranya lomba mewarnai Damar Kurung yang diikuti oleh anak-anak dari, sesi closing ceremonial oleh kurator dan closing statement dari para seniman yang terlibat, yang kemudian ditutup dengan penampilan spesial dari Festoon, sehingga memberikan kesan yang semakin mendalam.
Dalam lomba mewarnai Damar Kurung, anak-anak tampak sangat antusias menuangkan kreativitas mereka dalam mewarnai pola khas Damar Kurung, yang selama ini menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami berharap bahwa pengenalan
terhadap Damar Kurung dapat dilakukan secara lebih dekat kepada anak-anak sejak dini, sehingga mereka tidak hanya mengenal seni sebagai ekspresi kreatif semata, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Dengan adanya kegiatan interaktif seperti ini, diharapkan pula dapat menanamkan rasa cinta serta kepedulian terhadap warisan budaya lokal, sehingga generasi muda memiliki kesadaran untuk terus melestarikan kekayaan seni tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia.
Setelah lomba mewarnai Damar Kurung selesai, acara dilanjutkan dengan closing ceremonial oleh Hidayatun Nikmah selaku kurator dari pameran The Jumping City, “Saya ucapkan terima kasih yang mendalam kepada Yayasan Gang Sebelah dan Loteng Galeri yang telah memberikan kesempatan berharga untuk menjadi kurator dalam pameran ini. Harapannya saya semoga pameran ini dapat menjadi pemantik semangat bagi para seniman untuk terus berani berkreasi dan menggali potensi mereka di dunia seni rupa.”
Salah satu seniman juga memberikan closing statement untuk pameran ini.“Saya sebagai salah satu seniman sangat berterimakasih kepada Yayasan Gang Sebelah dan Sualoka yang sudah mendukung terselengarakannya pameran ini. Semoga ini bisa jadi pemantik untuk seniman lain agar bisa terus semangat dalam berkarya,” Ujar Anhar Chusnani.
Di penghujung acara, suasana semakin meriah dengan penampilan musik spesial dari Fastoon. Penampilan ini menjadi penutup yang sempurna untuk rangkaian kegiatan pameran “The Jumping City”. Melodi yang mengalun menghidupkan atmosfer dan memberikan kesan mendalam kepada
seluruh pengunjung yang hadir. Dengan penampilan tersebut, acara ditutup dengan penuh keceriaan, meninggalkan kesan yang tak terlupakan bagi semua yang hadir.
Pameran “The Jumping City” telah sukses memberikan pengalaman yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan gambaran tentang bagaimana kita dipaksa beradaptasi dengan perubahan, selain itu juga bisa menjadi dorongan perkembangan seni rupa di Indonesia, sehingga semakin banyak ruang bagi para seniman untuk terus berkembang dan berkreasi. (Irfan Akbar/Telisik Hati)
















