GRESIK, BN News – Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kemenag Gresik melakukan terobosan penting untuk mendongkrak kompetensi mengajar para guru di Pulau Bawean. Langkah strategis ini diwujudkan melalui “Kegiatan Pelatihan Pengembangan Profesional Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Berbasis Artificial Intelligence (AI)” untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK Negeri maupun Swasta.
Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 19 sampai 21 Mei 2026, bertempat di UPT SMP Negeri 7 Gresik, Kecamatan Sangkapura. Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh para guru PAI dari wilayah Kecamatan Tambak dan Sangkapura.
Inisiasi ini lahir sebagai respon nyata terhadap tuntutan zaman, di mana penguasaan teknologi digital menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Kemenag bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kab. Gresik serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah untuk menugaskan para guru PAI agar terlibat aktif dalam agenda krusial ini.
Kasi PAIS Kemenag Gresik, Akhmad Yahya, memimpin langsung jalannya program dengan membuka pembinaan terkait kebijakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) GPAI pada hari pertama. Manfaat besar dari kegiatan ini adalah memodernisasi cara mengajar guru keagamaan agar tidak monoton, sekaligus mempermudah tugas administratif mereka melalui simulasi pembuatan prompt AI, penyusunan RPP berbasis kecerdasan buatan, hingga penguatan data valid pada sistem EMIS dan SIAGA.
Melalui sentuhan teknologi ini, masyarakat Bawean kini bisa berbangga karena anak-anak mereka dididik oleh guru yang adaptif dan siap mencetak generasi unggul yang melek teknologi. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
#KemenagGresik #SahabatKemenag #PendidikanAgamaIslam #PulauBawean #GuruAIGresik #KemenagBisa
















