Penulis: Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Dan kurikulum merdeka sangat adaftif dengan kebutuhan siswa.

Berawal dari semangat kurikulum merdeka itulah Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) SD mengadakan acara Workshop IKM “Pembelajaran Berdiferensiasi” yang diikuti oleh KKG PAI Kecamatan Manyar dan KKG PAI Kecamatan Sidayu bertempat di UPT SD Negeri 46 Gresik Jalan raya Pendopo No.7 Sembayat-Manyar Gresik.
Menurut Anis Suroufah, Ketua Panitia sekaligus Ketua KKG, bahwa jumlah peserta yang hadir tercatat kurang lebih 50 guru PAI Manyar dan Sidayu.
“Acara ini merupakan kelanjutan dari workshop-workshop IKM sebelumnya dengan mengundang teman-teman dari sekolah penggerak untuk diberikan pengenalan tentang IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka). Untuk melakukan pematangan tentang kurikulum merdeka dimana ada yang namanya pembelajaran berdiferensiasi, ” jelas Anis.
Adapun yang hadir dalam acara tersebut adalah Pengawas Pais Suhali, Kepala Sekolah UPT SDN 46 Kusuhamati sebagai tuan rumah, Ketua KKKS Manyar Asrukhan dan Narasumber Muhammad Ghozali, M. Pd.
Kepala Kantor Kemenag Gresik Drs. KH. Sahid, MM mengapresiasi semangat teman-teman guru PAI yang memiliki komitmen dan keingintahuan luar bisa terhadap IKM yang diterapkan di sekolah. Semuanya diarahkan bagaimana meningkatkan pemahaman akan penerapan IKM.
Ia melanjutkankan bahwa profesi guru PAI adalah penting untuk dunia dan akhirat. ” Anak-anak bisa mengaji, bisa berwudhu, bertatakrama sopan santun semuanya adalah hasil dari apa yang bapak/ibu ajarkan. Jadi profesi sebagai guru Agama Islam sungguh istimewa kedudukannya baik di dunia apalagi di akhirat,” jelas KH. Sahid, Jumat (16/9/2022).
“Negara ini sudah ada yang memikirkan. Anda fokus saja dengan apa yang anda kerjakan sekarang. Terkait perubahan kurikulum, kita sedang mencari satu bentuk keunggulan dalam bidang pendidikan, bidang sains-teknologi, bidang olahraga, bidang seni budaya dan sebagainya. Semuanya sepakat bahwa jika ingin maju maka skala prioritasnya terkait dengan program bidang pendidikan,” lanjutnya.
“Menjadi Guru dan Kepala Sekolah harus profesional. Yang ikhlas, supaya ilmu yang didapat dalam workshop ini masuk dan membawa manfaat terkait IKM yang nanti wajib diterapkan 2023-2024,” tuturnya.
Pada akhir sesi, Kepala Kantor berpesan bahwa menjadi guru PAI itu adalah istimewa. “Guru PAI itu ibadahnya benar, akhlaknya terpuji, pribadinya menyenangkan, memiliki kompetensi dan profesional. Untuk bagian terakhir ini guru dan kepala sekolah harus update info terkini terkait KMA 347 Tahun 2022 tentang pedoman belajar bagi madrasah/sekolah,” pungkasnya. (Didik Hendri Telisik Hati)















