GRESIK, BN News – Akseptor KB adalah pasangan usia subur (PUS) yang menggunakan alat atau obat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, baik dalam program pemerintah maupun non-program. Mereka memilih untuk menggunakan kontrasepsi agar dapat mengendalikan pertambahan penduduk, mengatur jarak kelahiran, dan menciptakan keluarga yang lebih sehat serta sejahtera.
Untuk itu, pemerintah melalui BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) hadir dengan memberikan program
Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA).
Kepala Dinas KBPPPA (Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak) Kabupaten Gresik dr. Titik Ernawati, M.H menjelaskan bahwa UPPKA merupakan program dari BKKBN untuk memberdayakan keluarga akseptor KB agar mandiri secara ekonomi.

Untuk mewujudkan program tersebut, lanjut dr. Titik, pihaknya telah memfasilitasi 26 Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) untuk membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) kategori makanan dan minuman. Kegiatan pendampingan berlangsung di kantor KBPPPA Gresik, Selasa (16/9/2025).
“Alhamdulillah, ada 26 peserta dibantu membuat NIB. Program ini mendorong terciptanya usaha produktif di tingkat keluarga sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi,” ujar dr. Titik.
Di Gresik, terdapat 95 kelompok UPPKA yang tercatat dalam aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA). Namun, 26 kelompok di antaranya belum memiliki NIB. Pemerintah daerah pun mengambil langkah konkret untuk memperkuat legalitas usaha mikro agar lebih berdaya saing.
Menurut dr. Titik, kepemilikan NIB menjadi kunci bagi pelaku usaha untuk membuka akses permodalan, kemitraan, hingga pasar yang lebih luas.
“Dengan tagging lokasi di Google Maps, usaha Bapak Ibu akan lebih mudah ditemukan konsumen baik lokal maupun luar daerah, sehingga potensi penjualan bisa meningkat pesat,” jelasnya, Kamis (18/9/2025).
Selain NIB, pelaku usaha makanan dan minuman juga didorong mengurus Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) sebagai jaminan kualitas dan kebersihan produk. Sertifikat ini sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UPPKA.
Untuk mendukung pemasaran, BKKBN juga menyediakan aplikasi Yo Sakurga (Ayo Usaha Ekonomi Keluarga Akseptor) yang bisa diakses melalui smartphone. Aplikasi ini memfasilitasi pemasaran produk, interaksi antar kelompok, kemitraan, pengelolaan usaha, hingga peningkatan pengetahuan kewirausahaan.
“Saya berharap seluruh kelompok UPPKA di Kabupaten Gresik memanfaatkan aplikasi Yo Sakurga agar usaha semakin berkembang,” pungkas dr. Titik. (Telisik Hati)
















