BN News – Di tengah hangatnya hawa pegunungan Batu, Malang, semangat untuk mewujudkan zona Integritas semakin menggelora. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik menunjukkan komitmen kuatnya dalam membangun pemerintahan yang bersih dan berintegritas dengan hadir aktif dalam kegiatan “Penguatan Internalisasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)” yang digelar oleh Kanwil Kemenag Jawa Timur, selama dua hari pada 14-15 Juli 2025 di Singhasari Resort Hotel.
Kegiatan ini menjadi panggung refleksi dan afirmasi bahwa reformasi birokrasi bukan
sekadar kewajiban administratif, tapi ibadah strategis demi pelayanan publik yang
profesional dan bermartabat. Kemenag Gresik diwakili langsung oleh Kasubag TU M.Ali
Faiq dan Kasi PAlS Akhmad Yahya. Sementara Tim Zl (Zona Integritas) Kemenag Gresik turut mengikuti secara daring dari ruang PTSP kantor Gresik.
Hari pertama dibuka dengan sambutan penuh makna dari Kakanwil Kemenag Jatim, Dr.
Akhmad Sruji Bahtiar. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa zona integritas
bukan sekadar simbol birokrasi modern, tapi juga sebagai “Penyeimbang Hati” untuk kelak
kembali menghadap-Nya dengan ringan.
“Pelayanan cepat, efisien, dan digital adalah
wajah baru Kemenag.Tapi kuncinya tetap satu: hati kita harus baik,” tegasnya.
Agenda hari pertama disi dengan paparan dari berbagai narasumber strategis:
·Kementerian PAN-RB menyampaikan strategi konkret menuju WBK/WBBM.
·KPKNL Sidoarjo menegaskan pentingnya sinergi dalam pengelolaan aset negara.
·BAPPEDA Kota Malang mengungkap cerita di balik layar suksesnya mendapat predikat
WBK.
·Biro Ortala Kemenag RI memberi akselerasi semangat pembangunan zona integritas.
Hari kedua menjadi momentum penguatan. Ketua Pengadilan Agama Surabaya, Dr.Abdul
Mustopa, menyampaikan tentang pentingnya komitmen pimpinan sebagai pondasi pelayanan publik kelas dunia.
Langkah demi langkah, Kemenag Gresik terus hadir dalam setiap upaya perbaikan. Dengan mengikuti kegiatan ini, semangat melayani, loyalitas, serta adaptabilitas semakin
tertanam. WBK bukan sekadar target administratif, tapi adalah jalan spiritual dalam
birokrasi. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
















