Penulisš Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Usai menjadi pembicara di MAN IC Pasuruan dalam agenda Pembinaan āPenguatan Moderasi Beragama Bagi Siswa MAN IC Pasuruanā, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Dr. H. Husnul Maram, M.HI secara estafet ganti menjadi pembicara āPembinaan Penguatan Moderasi Beragamaā di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan.

Pembinaan dilangsungkan di salah satu ruang kelas Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Pasuruan. Hadir dalam pembinaan dan penguatan moderasi beragama, Kepala Kantor Kemenag Kab. Pasuruan, H. Syaikhul Hadi, Kasubbag TU, H. Yusuf, para Kasi dan Penyelenggara Hindu, Kepala MTsN 5 Pasuruan Ivan Wahyudi selaku tuan rumah, pengawas madrasah wilayah Kecamatan Rejoso, kepala Satker dan tenaga pendidik MTsN 5 Pasuruan.
Mengawali pembinaannya, Husnul Maram mengingatkan akan karakteristik masyarakat Pasuruan, khususnya wilayah Pasuruan bagian timur. Menurutnya, dalam melangkah dan melakukan apapun pastinya kita harus memahami dan tahu dulu sifat dan karakter yang ada di suatu wilayah, seperti halnya misalkan di Pasuruan bagian timur tempat MTsN 5 Pasuruan berada.

Kenapa hal ini penting, mengingat kearifan lokal dan karakteristik sangat membantu dan mempermudah kita melakukan suatu gebrakan maupun kegiatan, misalkan inovasi pembelajaran, terobosan edukasi dan bahkan seperti saat ini yang kita lakukan, yakni pembinaan penguatan moderasi beragama. “Dan tentunya juga harus paham dan tahu kapasitas SDM yang ada untuk mewujudkannya, semua saling terkait, terang Husnul Maram, Selasa (28/2/2023).
Selain itu, upaya membangun komunikasi dan interaksi dengan Komite Madrasah juga sangatlah perlu sebagai penyambung lidah ditengah tengah masyarakat. Semua harus dibangun secara baik, aktif dan komukatif. tentunya untuk terealisasinya suatu program. Harus terus berinovasi dan berbenah dengan menyerap edukasi dari lembaga (madrasah) atau instansi yang kita anggap banyak inovasi dan kemajuan di dalamnya.
āSebagai seorang pegawai atau lebih tepatnya sebagai kepala madrasah dengan kompetensi dan kinerja yang tinggi tentu akan mendapatkan kesempatan berkembang yang lebih baik dengan banyak melakukan inovasi, gagasan dan terobosan kemajuan lembaga pastinya, intinya sebagai pemimpin (leader) harus mempunyai keunggulan untuk kemajuan madrasah,ā tandas orang nomor 1 di Lingkungan Kemenag Jatim asli putra daerah Gresik ini.

Lebih detail, Kakanwil dalam kesempatannya menanggapi kondisi saat ini yang banyak tidak tahu sejarah kebangsaan dan kurangnya pemahaman ilmu agama, sehingga diperlukan penguatan moderasi beragama.
āMadrasah kiranya bisa menjadi pelopor dalam menghadapi tantangan-tantangan dimaksut. Madrasah harus menanamkan sikap setia pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI adalah harga mati. Ini termasuk dalam indikator yang pertama dalam Moderasi Beragama yaitu Komitmen Kebangsaan,ā jelasnya.
Lebih luas, Husnul Maram juga menjelentrehkan terkait sistim pendidikan yang berhubungan dengan moderasi beragama terhadap peserta didik, misalkan jangan mudah menghukum yang bersifat fisik, kekerasan verbal misalkan dengan memanggil atau memberi gelar (julukan) menyamai nama binatang dan lainnya. (Didik Hendri Telisik Hati)















