GRESIK, BN News – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kemenag Jatim), Akhmad Sruji Bahtiar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim yang terus berikhtiar membangun zona integritas (ZI). Menurutnya, upaya mewujudkan birokrasi yang bersih harus dibangun melalui komitmen dan perilaku nyata dalam menjalankan tugas sehari-hari. Hal ini disampaikan Bahtiar saat memimpin apel Senin (21/9/2026) di halaman setempat.
Salah satu bentuk ikhtiar yang telah dilakukkan adalah komitmen untuk tidak menerima gratifikasi dari pihak mana pun yang berkaitan dengan tugas dan pekerjaan. Bahtiar menegaskan, integritas tidak semata-mata dibangun untuk memenuhi penilaian, tetapi harus menjadi budaya dalam pelaksanaan tugas sebagai ASN.
“Dalam membangun ZI jangan separuh jadi Tuhan, separuh jadi manusia. Jadilah manusia yang akan menerima hak-haknya, jangan berharap pemberian dari orang, tetapi dari Allah,” pesan Bahtiar saat memberikan arahan.
Ia menyampaikan, berbagai upaya telah dilakukan jajaran Kanwil Kemenag Jatim untuk mewujudkan zona integritas. Meskipun pada Penilaian Tim Penilai Internal (TPI) Tahun 2026 Kanwil Kemenag Jatim belum berhasil melanjutkan ke tahap penilaian Tim Penilai Nasional untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Bahtiar meminta seluruh jajaran tidak berkecil hati.
Menurutnya, proses yang telah dilakukan tetap memberikan hasil. Salah satunya terlihat dari semakin banyaknya satuan kerja di Jawa Timur yang berhasil mengikuti penilaian WBK dan WBBM.
“Kita sudah berhasil memotivasi dan membawa beberapa satker lolos penilaian WBK dan WBBM. Jawa Timur adalah provinsi dengan satuan kerja terbanyak yang masuk penilaian WBK,” ujarnya.
Bahtiar mengingatkan, integritas perlu dijaga dengan kesadaran bahwa kehidupan dan amanah yang dimiliki setiap manusia bersifat sementara. Karena itu, setiap kesempatan perlu dimanfaatkan untuk memberikan manfaat dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
“Bersihkan kehidupan yang sementara ini, manfaatkan sebaik-baiknya. Karena kalau sudah dicabut, tidak ada apa-apanya,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar juga menyampaikan apresiasi atas capaian kafilah Jawa Timur pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Semarang. Jawa Timur kembali menempati peringkat keempat, sama seperti capaian pada gelaran sebelumnya.
Capaian tersebut, menurutnya, perlu menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi MTQ Nasional berikutnya. Jawa Timur perlu mempelajari strategi daerah lain yang berhasil mempertahankan maupun meningkatkan prestasinya.
“Di tahun 2027, kita perlu belajar dari Kalimantan Timur yang dapat mempertahankan gelar juara MTQ dan Jawa Tengah yang berhasil melesat,” katanya.
Di akhir kegiatan, disampaikan penghargaan dari Ketik.com kepada Akhmad Sruji Bahtiar sebagai Akselerator Pendidikan Madrasah Berprestasi.
Penghargaan tersebut diberikan atas kiprah dan dedikasinya dalam mendorong kemajuan serta prestasi pendidikan madrasah di Jawa Timur. Penghargaan diserahkan dalam gelaran 9.9 Awarding bertema “Melesat Hebat” yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Ketik.com.
Pada kesempatan yang sama, Kanwil Kemenag Jatim turut memberikan penghargaan kepada Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya yang berhasil meraih Kota Wakaf Kolaborasi Terbaik dari Kementerian Agama RI dalam Anugerah Ekosistem Berdaya yang digelar Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf.
Anugerah tersebut merupakan bagian dari Impact and Collaboration Forum Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Nasional 2026 di Semarang. Penghargaan diberikan atas kolaborasi dalam membangun ekosistem zakat dan wakaf yang berdaya, inklusif, dan berkelanjutan untuk mendukung kemandirian umat sekaligus menjaga kelestarian alam. (*)















