Penulis: Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Kantor Kemenag Kabupaten Gresik menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Moderasi Beragama dan ASN di lingkungan Kemenag Gresik pada hari Rabu tanggal 16 November 2022 di Aula 1 Kantor Kemenag Gresik.

Acara dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Kankemenag Kab Gresik, Kepala KUA se-kab Gresik, Pengawas madrasah & PAIS, Kepala Madrasah Satker, Penyuluh Agama Islam PNS, Unsur DPK serta ASN Kemenag dari unsur para pelaksana dan JFT.
Penguatan Moderasi Beragama dan pembinaan ASN ini menghadirkan Staf Khusus Menteri Agama RI H. Abdul Rochman dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim Dr. Husnul Maram, M.H.I.

Kakankemenag Kabupaten Gresik Drs. H. Moh. Ersat, M.H.I mengucapkan terima kasih atas kedatangan Staf Khusus Menteri Agama RI dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim di Kemenag Gresik. Hal ini juga menjadi penguatan dan semangat bagi dirinya karena dalam hitungan beberapa hari yang lalu ia baru saja dilantik menjadi Kepala Kantor Kemenag Gresik.
Kandidat Doktoral UINSA itu mengabarkan bahwa Gresik dikenal sebagai Kota Santri, Kota Pudak, Kota Pesantren dan sekarang Gresik juga bisa disebut sebagai Kota Moderasi. Alasannya, selain karena warisan leluhur juga program moderasi di Kabupaten Gresik dengan salah satu programnya dikenal dengan Desa Kerukunan.

Kakanwil Provinsi Jatim Husnul Maram, karena kekompakan Keluarga Besar Kemenag Jawa Timur termasuk Kemenag Gresik pada Tahun 2022 ini memiliki prestasi yang sungguh membanggakan dari ajang MTQ, Pesparani, KSM, Perparani dan sebagainya.
Berkaitan dengan penguatan ASN, pria kelahiran Gresik itu menyampaikan pesan untuk tata kelola organisasi agar terus ditingkatkan, baik dari sarana, tata laksana dan sebagainya. Salah satu indikator kepuasan masyarakat adalah minimnya keluhan yang diadukan.

“Untuk PNS jangan takut asal tidak menabrak aturan, laksanakan progam-programnya. Tidak ada transaksi dalam naik-turunnya jabatan. Karena yang menjadi tolak ukur adalah loyalitas dan dedikasi terhadap Kementerian. Jangn lupa loyalitas terhadap pimpinan. Ini penting. Jika ada penghulu, Kepala KUA atau penyuluh yang berjalan atau keluar dari garis yang ada. Maka dipersilahkan untuk mencari gerbong lain. Gus Men dalam setiap kesempatan menyampaikan makna loyalitas dan satu komando,” tandasnya.

Sementara itu H. Abdul Rochman mengungkapkan rasa syukurnya karena Kota Gresik, (seperti laporan Kepala Kemenag Gresik) adalah Kota Moderasi. Misi Kementerian Agama RI dalam hal program moderasi beragama, maka Gresik boleh dibilang telah maju dan “duluan moderat”, artinya program prioritas Kemenag RI sudah duluan diterapkan di Kabupaten Gresik,” ungkapnya.
Ditandaskan, negara kita sudah kodratnya adalah negara majemuk. Tugas kita adalah menjaga dan merawatnya. ini jauh lebih sulit. Apalagi ini pada tahun 2024 akan ada tahun politik. Mari jaga persatuan. Sebagai ASN Kementerian Agama mari kita tunjukkan profesionalitas dan tata kelola yang baik. Mari berinovasi, jangan keluar dari regulasi.

“Kementerian Agama adalah Kementerian yang melayani. Balas budi kita pada negara adalah dengan bekerja sebaik-baiknya, melayani dengan sungguh-sungguh. Jauhi praktek transaksional. Jika anda punya jabatan atau power mari manfaatkan untuk menciptakan suasana ketenangan dan harmoni di tengah masyarakat,” bebernya.
Lebih lanjut, PNS merupakan salah satu komponen bangsa yang menurut undang-undang ASN harus proaktif terlibat dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama. “Karenanya, penting bagi ASN Kemenag memiliki dan menumbuhkembangkan sikap mental moderasi beragama guna merawat keutuhan bangsa,” pungkasnya. (Didik Hendri Telisik Hati)
















