GRESIK, BN News – Bukan lagi masa depan, ini terjadi sekarang! Seluruh guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Manyar, Gresik, dan Kebomas dipastikan mulai mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) ke dalam ruang kelas.
Langkah taktis ini diwujudkan oleh Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 05 Kabupaten Gresik lewat lokakarya intensif Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bertajuk “Guru Hebat di Era AI: Berkinerja Unggul, Kreatif Berkarya, Cerdas Menilai” yang digelar di Aula MTs Ma’arif Daruttaqwa, Suci, Manyar, pada Rabu (10/06).
Transformasi digital ini penting untuk memutus kesenjangan kualitas pendidikan antar wilayah di Kabupaten Gresik, sekaligus memberi garansi nyata kepada para orang tua bahwa anak-anak madrasah dididik oleh tenaga pengajar yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Selain mengejar modernisasi kurikulum, kegiatan yang dihadiri langsung oleh Plt. Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, dan Narasumber utama dari Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha ini juga menjadi momentum penegakan disiplin organisasi.
Dalam arahannya, Muhammad Ali Faiq secara tegas mengingatkan pentingnya tertib regulasi dan mengumumkan pembekuan 72 madrasah diniyah serta pondok pesantren non-aktif di Gresik yang tidak memenuhi kriteria administrasi, dengan konsekuensi ijazahnya tidak berlaku. Ketua KKMTs 05 Moh Ainun Naim dan Ketua Panitia Fatihul Ihsan memastikan bahwa pelatihan penggunaan AI untuk penyusunan modul serta sistem evaluasi yang objektif ini akan langsung diterapkan secara terukur pada semester mendatang.
Yuk, dukung bersama transformasi madrasah Gresik yang modern, tertib, dan berdaya saing global! (*)
#KemenagGresik #DigitalisasiMadrasah #GuruHebatEraAI #KKMTs05Gresik #MadrasahMajuBermutu
















