GRESIK, BN News – Cara mengajar di kelas masih begitu-begitu saja? Hati-hati, generasi digital bisa cepat bosan š„±š„ŗ
Menjawab tantangan besar ini, Kantor Kemenag Gresik mengambil langkah strategis dengan melatih Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (GPAI SD) di Zona 6 (Wringinanom, Driyorejo, dan Kedamean) untuk mulai mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) lewat aplikasi generator pembelajaran pada Senin, 20 Juli 2026.
Bertempat di UPT SD Negeri 163 Gresik, workshop yang diinisiasi oleh KKG PAI SD Kabupaten Gresik ini hadir untuk menyederhanakan penyusunan materi ajar agar lebih interaktif dan adaptif.
Langkah progresif ini dipantau langsung oleh Kabid PAI Kanwil Kemenag Jatim, Moh. Amak Burhanudin, serta Kasi PAI Kemenag Gresik, Akhmad Yahya, yang menegaskan bahwa penguasaan teknologi mutakhir kini menjadi kewajiban dalam koridor Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi AI yang diadopsi, pilar utama guru PAI tetaplah integritas dan keluhuran akhlak.
āUntuk mencerdaskan siswa, guru harus terlebih dahulu membekali diri dengan ilmu yang luas dan akhlak yang mulia. Teknologi AI hanyalah alat bantu, namun keteladanan seorang guru adalah yang utama,ā tegasnya.
Melalui zonasi pelatihan ini, Kemenag Gresik berkomitmen melakukan pemerataan mutu digitalisasi pendidikan agama di seluruh pelosok wilayah Gresik. (*)
#KemenagGresik #GuruPAI #TransformasiDigital #PendidikanIslam SmartTeacher
















