GRESIK, BN News – Tantangan moral remaja di era digital kian kompleks, mulai dari degradasi akhlak hingga tingginya risiko pernikahan usia anak bawah umur di wilayah pedesaan. Merespons fenomena tersebut, Kantor Kemenag Gresik bergerak taktis mengintegrasikan program penguatan karakter langsung ke dalam kurikulum kepesantrenan di Pondok Pesantren Bumi Aswaja, Wonokerto, Kecamatan Dukun, pada Senin (29/6/2026).
Sinergi strategis yang dipimpin Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, bersama Kasi Bimas Islam, Abdul Ghofar, dan Pengasuh Ponpes, Irsyadul Ibad Zar, ini menjadi bukti nyata hadirnya pelayanan negara yang menyentuh akar rumput demi menjamin mutu serta hak pendidikan santri agar setara dengan lembaga formal.
Kolaborasi ini membawa dampak konkret yang masif bagi ekosistem pesantren dan masyarakat sekitar. Melalui penempatan tenaga penyuluh agama fungsional dan optimalisasi program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) oleh KUA Kecamatan Dukun, para remaja kini mendapatkan benteng preventif yang kokoh guna menekan angka pernikahan dini yang rentan memicu masalah sosial.
Di sisi lain, sinergi ini memangkas birokrasi dengan mempercepat validasi data Emis, sehingga penyaluran beasiswa santri berprestasi serta bantuan sarana literasi digital dari pemerintah pusat berjalan lebih lancar. “Kami membawa paket program penguatan literasi langsung ke Pondok Pesantren Bumi Aswaja demi memastikan iklim belajar berjalan kondusif, aman, dan hak jaminan mutu pendidikan santri terpenuhi,” tegas Muhammad Ali Faiq.
Komitmen aksi nyata ini ditargetkan mampu menjadikan Ponpes Bumi Aswaja sebagai percontohan pusat pengembangan karakter remaja di wilayah Dukun pada akhir tahun anggaran ini. Yuk, bersama kita kawal tumbuh kembang generasi muda yang cerdas, aman, dan berakhlak mulia! (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
#KemenagGresik #SahabatSantri #CegahNikahDini #KarakterRemaja #PesantrenBumiAswaja
















