Manokwari, BN News — Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kabag TU Kanwil Kemenag Jatim), Syaikhul Hadi, menghadiri pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 yang digelar di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (20/6/2026). Pada kesempatan ini, Kabag TU didampingi Wakil Ketua DWP Kanwil Kemenag Jatim dan Pembimas Kristen Kanwil Kemenag Jatim.
Acara nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta tokoh lintas lembaga.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta istri Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Hj. Helmi Halimatul Udhmah. Hadir pula para pejabat eselon I dan II Kementerian Agama serta Staf Khusus Kementerian Agama RI.
Sejumlah kepala daerah juga turut hadir, di antaranya Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, serta Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu.
Dalam sambutannya, Wapres menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan nilai-nilai persaudaraan, perdamaian, dan harmoni sosial di tengah keberagaman bangsa.
Wapres juga mengapresiasi tema Pesparawi Nasional XIV yang dinilai mencerminkan semangat kebersamaan dan perdamaian, khususnya di Tanah Papua. Menurutnya, stabilitas sosial dan suasana damai menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional.
Pesparawi Nasional XIV diikuti oleh ribuan peserta dari 38 provinsi di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seni paduan suara gerejawi, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan dalam bingkai kebinekaan dan semangat kebangsaan.
Selain itu, Wapres turut mengapresiasi pemanfaatan Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan nasional. Ia menilai hal tersebut mencerminkan pemerataan pembangunan yang semakin Indonesia-sentris.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV, Ali Baham Temongmere, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata tumbuhnya nilai toleransi dan moderasi beragama di Papua Barat. Ia menegaskan bahwa nilai tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Ia juga menambahkan bahwa semangat persaudaraan lintas agama tampak dalam rangkaian pembukaan, termasuk keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam parade budaya, yang mencerminkan harmoni sosial di Tanah Papua.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Ia berharap Pesparawi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan, perdamaian, dan persaudaraan bangsa.
Pesparawi Nasional XIV berlangsung pada 18–28 Juni 2026 dengan mengusung tema “Aku Hendak Memuji Tuhan pada Segala Waktu.” Kegiatan ini diikuti oleh 5.434 peserta, tamu, dan penggembira dari 38 provinsi.
Prosesi pembukaan ditandai dengan defile 43 kontingen, penabuhan tifa oleh Wakil Presiden, serta rangkaian pertunjukan budaya yang mencerminkan keberagaman Indonesia sebagai simbol persatuan.
Setelah rangkaian kegiatan, Syaikhul Hadi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam memperkuat persaudaraan, perdamaian, dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
“Pesparawi ini menjadi ruang yang sangat bermakna dalam memperkuat nilai persaudaraan dan harmoni. Momentum seperti ini penting untuk terus dijaga sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan berbangsa yang rukun dan damai,” ujarnya. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















