Penulisš°āļøĀ Didik Hendri Telisik Hati
BN News – Kemeriahan Jatim Art Forum (JAF) 2024 yang dipusatkan di Kabupaten Gresik benar-benar mendulang sukses yang luar biasa. Kemeriahan Gelaran beragam Seni dan Budaya yang dihelat mulai hari Rabu (4/12/2024) hingga Sabtu (7/12/2024) sungguh membahana dan sarat makna.
Ungkapan suka cita berbalut rasa syukur tersebut terlontar langsung dari sosok Ketua Presidium Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur (DKJT) M Taufik Hidayat. Lelaki berambut gondrong yang akrab disapa Taufik Monyong ini menyatakan rasa salut dan apresiasi luar biasa untuk Kabupaten Gresik yang sukses menjadi Tuan Rumah JAF 2024.
“Gresik istimewa. Luar biasa kerja keras Kawan-kawan DKG (Dewan Kesenian Gresik) berkolaborasi dengan Dulur-Dulur DKJT Sukses menggelar Jatim Art Forum (JAF) 2024,” ucap Taufik saat bersama Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Kadis Parekrafbudpora) Kabupaten Gresik Saifudin Ghozali menutup Gelaran JAF 2024, Sabtu (7/12/2024).
Untuk diketahui, Kabupaten Gresik terpilih menjadi tempat terselenggaranya kegiatan Jatim Art Forum (JAF) 2024 oleh Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur. Kali ini JAF mengusung tema āDamar Kurung Eksploreā, dan akan bertempat di tiga titik venue di Kabupaten Gresik. Yakni, di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), dan di Pendopo Makam Poesponegoro.
Jatim Art Forum (JAF) merupakan program unggulan Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur (DKJT) di bidang seni, yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Pada kesempatan ini, Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur bekerjasama partnership dengan Dewan Kebudayaan Kabupaten Gresik (DKG) adalah sebagai upaya turut memajukan kebudayaan daerah sebagaimana tertuang dalam undang-undang No.5 tahun 2017 dan peraturan daerah (perda) Kab. Gresik No.19 tahun 2019.
Taufik Hidayat, Ketua Presidium Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur menyampaikan, bahwa keterlibatan Dewan Kebudayaan Kabupaten Gresik dalam Jatim Art Forum ini sangat diharapkan, agar segala potensi budaya khas Kabupaten Gresik dapat terangkat.
āya, kita ingin mengangkat potensi-potensi budaya dari daerah ini (Gresik). Semuanya, apapun itu kita kenalkan kepada masyarakat di Jawa Timur,ā kata pria nyentrik berambut gondrong yang humanis itu.
Ia juga menyampaikan, bahwa Kabupaten Gresik memiliki banyak potensi budaya. ākita melihat, Gresik ini sangat kaya, ya. Kaya budaya. Luar biasa,” pungkasnya.
Jatim Art Forum (JAF) 2024 sukses dilaksanakan pada tanggal 4 ā 7 Desember 2024. Sampai sekarang, sekurang-kurangnya ada 15 kelompok kesenian dan lembaga kebudayaan asal daerah Kabupaten Gresik turut menjadi pengisi acara sebagai penyaji inspiratif di dalamnya. Kelompok-kelompok tersebut berdasarkan hasil kurasi dari Pengurus Dewan Kebudayaan Gresik (DKG) di masing-masing bidang.
Irfan Akbar Prawiro, Ketua Umum DKG menyampaikan, āKami di DKG telah mengkurasi setidaknya ada 15 rekomendasi untuk mengisi rangkaian acara JAF selama empat hari.ā
Kelompok-kelompok tersebut di antaranya adalah Sanggar Seni Mustika Giri, Sanggar Tari Bening Irsani Gresik, Komunitas PowerArt dari SMA Muhammadiyah 1 Gresik, kelompok Pencak Macan dari Paguyuban Seni Tradisi Lumpur Gresik, Komunitas Pegiat Aksara Gresik (KOMPAG), Sanggar Yaā STAI Ihyaul Ulum Dukun feat Lesbumi PCNU Gresik, Musikalisasi Puisi Teater Extra dari SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Teater Pendopo dari MAN 1 Gresik, Gresik Movie, Yayasan Gang Sebelah, Ludruk Sinar Pesisir, kelompok seni tari dari SD Muhammadiyah Manyar, TK Muslimat NU 254 Nurul Ishlah, dan TK Aisiyah Bustanul Athfal 36, serta beberapa pengisi stand Bazaar Produk Budaya.
Selain kelompok-kelompok kesenian hasil kurasi Dewan Kebudayaan Gresik (DKG) tersebut, beberapa figur dan komunitas asal Gresik juga menjadi pengisi acara atau penyaji unggulan JAF 2024 hasil kurasi Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT). Di antaranya ada Pak Amir Syarifuddin sebagai pembaca manuskrip, Pak Eko Jarwanto, Ibu Sri Wahyuni atau Uyun Machalli sebagai penyaji musikalisasi puisi, Komunitas Kotaseger Indonesia sebagai penyaji teater, dan Sanggar KSB Nyai Ageng Pinatih sebagai penyaji seni tari.
Lebih lanjut, Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kabupaten Gresik itu berharap, āDengan adanya Jatim Art Forum di Kabupaten Gresik ini, kami berharap, kita semua dapat melihat Gresik lebih jauh lagi, lebih dalam, lebih kompleks. Dan pada kesempatan ini kami benar-benar ingin mengenalkan segala potensi budaya yang dimiliki Gresik.ā
Ia juga mengajak segenap masyarakat, untuk memeriahkan rangkaian kegiatan Jatim Art Forum ini, āMari bersama-sama kita hadir, kita meriahkan, dan perluas jaringan dengan para seniman dari seluruh kota/kabupaten di Jawa Timur, bersama-sama kita saling dukung untuk pemajuan kebudayaan di Kabupaten Gresik,ā terangnya.
Seluruh kegiatan Jatim Art Forum akan berakhir di hari ke-empat, Sabtu (07/12/2024), dengan rangkaian Closing Ceremony yang akan diisi dengan pertunjukan Tari, Launching Buku Ensiklopedi produk Dewan Kebudayaan Gresik berjudul āMembaca Gresik Dari Jauhā, dan pemberian penghargaan oleh Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur kepada segenap pihak yang terlibat. Acara dipungkasi dengan sajian pertunjukan Ludruk dari kelompok Ludruk Sinar Pesisir PC Muhammadiyah Gresik.
Beberapa sajian seni Tari pada malam puncak gelaran Jatim Art Forum (JAF) 2024 ini adalah hasil kurasi dari Departemen Tari DKJT dan kelompok inspiratif hasil kurasi Bidang Tari DKG. Di antaranya adalah Tari Masmundari persembahan Sanggar KSB Nyai Ageng Pinatih pimpinan Ibu Lusi, Tari āGiri ā Gisikā koreograf Difa dan Hany, Tari āMemoria Lenteraā koreograf Puri Senjani Apriliani, S.Sn., M.An., Tari āJALUBIā persembahan dari Sanggar Seni Mustika Giri dari Balongpanggang, dan Tari āLila ing Batosā persembahan dari Sanggar Tari Bening Irsani Gresik.
***
Rangkaian Jatim Art Forum (JAF) 2024 di Kabupaten Gresik berjalan selama 4 hari, dengan venue di 3 (tiga) titik lokasi. Yakni Gedung Nasional Indonesia (GNI), Wahana Ekspresi Pesponegoro (WEP), dan Pendopo Makam Pesponegoro.
Selain berlangsung di tiga tempat tersebut, setiap sore peserta dan pengunjung Jatim Art Forum 2024 juga akan dimanjakan dengan adanya Bazaar Produk Budaya karya warga Gresik dan Walking Tour ke Kota Lama bersama Yayasan Gang Sebelah dan Tim Litbang DKG sebagai Tour Guide.
Sementara itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyampaikan bahwa JAF 2024 adalah momentum penting untuk memperkuat identitas budaya Gresik sebagai kota dengan sejarah dan peradaban yang kaya.
āKabupaten Gresik memiliki warisan sejarah panjang yang menjadi kebanggaan kita bersama. Melalui acara ini, kita tidak hanya merayakan seni dan budaya tetapi juga menunjukkan komitmen menjaga identitas lokal yang menjadi jati diri bangsa. Mudah-mudahan ini juga membawa kesejahteraan bagi seniman dan budayawan Gresik,ā ujar Bupati Gus Yani.
Sebagai informasi, JAF 2024 menyajikan berbagai program yang memukau dan penuh makna. Beberapa kegiatan utama meliputi:
1. Pameran Seni Rupa: Menampilkan karya seni dari seniman Gresik dan Jawa Timur yang menggambarkan harmoni antara tradisi dan modernitas.
2. Pertunjukan Tari Tradisional: Tari khas Gresik dan Jawa Timur yang memperlihatkan keindahan gerak dan filosofi lokal.
3. Arak-arakan Pencak Macan: Sebuah pertunjukan budaya yang penuh energi, menonjolkan seni bela diri tradisional dan simbolisme kekuatan.
4. Pembacaan Manuskrip Kuno: Menghidupkan kembali sejarah Gresik melalui naskah-naskah yang menceritakan kisah masa lalu.
5. Walking Tour Kota Lama Gresik: Tur berjalan kaki yang dipandu oleh komunitas budaya lokal, mengungkap sisi historis kawasan Kota Lama.
Sebagai bagian dari acara, forum diskusi budaya menghadirkan pemikiran mendalam tentang peran Gresik dalam sejarah peradaban. Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur, Taufik Hidayat, menyatakan bahwa Gresik merupakan suatu simbol harmoni dan keseimbangan.
āGresik adalah simbol harmoni dan keseimbangan. Membaca Gresik bukan hanya soal data sejarah, tetapi soal memahami wacana intelektual yang menjembatani budaya Cina dan Arab. Kota ini mengajarkan kita untuk melihat keragaman sebagai kekuatan,” ujarnya.
Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gresik menjadi kunci keberhasilan JAF 2024. Tidak hanya melibatkan pemerintah, acara ini juga menjadi ruang kolaborasi antara komunitas seni, budayawan, dan masyarakat umum. Tercatat, setidaknya ada 15 kelompok kesenian dan lembaga kebudayaan asal daerah Kabupaten Gresik turut menjadi pengisi acara sebagai penyaji inspiratif di dalamnya.
Kelompok-kelompok tersebut berdasarkan hasil kurasi dari Pengurus Dewan Kebudayaan Gresik (DKG) di masing-masing bidang. Sinergi ini diharapkan mampu melestarikan identitas budaya Gresik sekaligus menjadikannya kekuatan dalam pembangunan masyarakat yang berdaya saing global.
JAF 2024 tidak hanya ditujukan untuk para seniman dan budayawan, tetapi juga menjadi ajang edukasi bagi generasi muda. Melalui acara ini, nilai-nilai budaya lokal diajarkan dan diwariskan, sehingga identitas Gresik tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.
Dan Kemeriahan Gelaran Akbar JAF 2024 resmi ditutup pada Sabtu malam, 7 Desember 2024. Perhelatan Jatim Art Forum (JAF) 2024 telah tuntas terlaksana dengan sedemikian rupa adanya. Semua itu berkat jerih payah bersama dan kerjasama antara Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) dan Dewan Kebudayaan Gresik (DKG).
“Atas semua jerih payah dan segala upaya demi suksesnya acara dari teman-teman, kami atas nama Dewan Kebudayaan Gresik selaku lembaga partnership JAF 2024, tak mampu membalas dengan balasan yang sebanding. Hanya ucapan terima kasih tak terhingga yang mampu kami berikan untuk semua yang terlibat, pun yang berpartisipasi,” ucap Sekjend DKG Lutfi S.M.
“Kami pun meminta maaf jika selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan terdapat banyak kekurangan, kesalahan, atau hal hal yang dirasa tidak layak dan kurang enak di hati. Semua itu terjadi tidak atas keinginan personal / pribadi. Kita hanya berupaya segalanya demi maksimal dan suksesnya kegiatan,” imbuhnya.
Segala penghormatan kami haturkan kepada teman teman yang terlibat, tidak terkecuali kepada para simpatisan yang turut support dan dan mendukung jalannya kegiatan.
Dengan segala keterbatasan, kami ucapkan terima kasih dan mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Sehat selalu,
dan sampai jumpa di kesempatan agenda kegiatan berikutnya.
Salam budaya ! (***)
















