GRESIK, BN News – Bayangkan berapa ton sampah berkurang jika ratusan madrasah bergerak bersama! Langkah nyata ini dimulai saat Kemenag Gresik resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (MoU) Program Adiwiyata 2026 bersama DLH, Disdik, dan Cabang Disdik Wilayah Gresik di Komplek Pendopo Kabupaten Gresik, Senin (24/8/2026).
Bukan sekadar formalitas, aksi ini langsung berlanjut dengan workshop yang diikuti 117 perwakilan madrasah dan sekolah. Sinergi ini berfokus pada pengolahan sampah mandiri, pengurangan plastik sekali pakai, serta pembentukan karakter ramah lingkungan sejak dini.
Kepala DLH Gresik, Sri Subaidah, menegaskan penanganan sampah butuh keterlibatan aktif madrasah sebagai pusat pembentukan karakter.
Menjawab hal itu, Kasi Pendma Kemenag Gresik, Masfufah, menegaskan komitmen Kemenag mendorong seluruh jenjang madrasah mengintegrasikan nilai kelestarian lingkungan ke kurikulum dan budaya harian.
Dengan pengawasan Komisi 3 DPRD Gresik, gerakan ini ditargetkan memotong volume sampah harian sektor pendidikan secara signifikan. (*)
#KemenagGresik #MadrasahAdiwiyata #GresikBebasSampah #Ekoteologi #MadrasahHijau
















