GRESIK, BN News – Kreativitas dapat mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang yang bernilai. Semangat tersebut ditunjukkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengajak ibu-ibu PKK Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna sekaligus potensi ekonomi.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Penompo pada Sabtu (22/8/2026) tersebut merupakan bagian dari program KKN Kelompok 05 UM Gresik. Program ini diinisiasi mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Muhammad Nouval Irza Ramadhani dan Muhammad Ali Firman Alamsyah, serta didukung mahasiswa lintas Program Studi Kewirausahaan, PGSD, Manajemen, Teknik Elektro, dan Psikologi. Seluruh rangkaian kegiatan berada dalam pendampingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Dr. Ir. Djoko Soelistya, M.M., CPHCM., CHRMP.
Gagasan tersebut berangkat dari kondisi minyak goreng bekas yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga maupun usaha kuliner masyarakat. Minyak jelantah yang tidak dikelola dengan tepat berpotensi dibuang ke tanah maupun saluran air dan berdampak terhadap lingkungan. Mahasiswa Teknik Industri kemudian menghadirkan alternatif pemanfaatan limbah melalui pendekatan sederhana dan aplikatif, yakni mengolah minyak jelantah menjadi produk lilin aromaterapi.
Sekitar 30 ibu PKK Desa Penompo mengikuti kegiatan dengan mendapatkan edukasi sekaligus pengalaman praktik. Peserta diperkenalkan pada tahapan pengolahan yang meliputi penyaringan minyak jelantah, penjernihan menggunakan arang aktif, pemanasan dan pencampuran dengan stearin, penambahan pewarna dan aroma, hingga proses pencetakan. Pendampingan secara berkelompok dilakukan agar peserta mampu memahami proses pembuatan produk dengan baik dan dapat mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri.
Ketua PKK Desa Penompo memberikan apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa UM Gresik. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka wawasan baru bagi ibu-ibu bahwa bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah ternyata dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat.
“Kami sangat mengapresiasi ide kreatif mahasiswa UM Gresik. Minyak jelantah yang biasanya tidak dimanfaatkan ternyata dapat diolah menjadi lilin aromaterapi. Ini memberikan keterampilan baru sekaligus inspirasi bagi ibu-ibu untuk mengembangkannya menjadi peluang usaha yang dapat mendukung ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Sementara DPL Dr. Ir. Djoko Soelistya, M.M., CPHCM., CHRMP. menegaskan bahwa semangat KKN Berdampak harus tercermin dari keberlanjutan manfaat setelah kegiatan mahasiswa berakhir. Pengabdian masyarakat, menurutnya, tidak cukup hanya menghasilkan transfer keterampilan, tetapi perlu mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi aktivitas produktif.
“Pengolahan jelantah jangan berhenti pada kemampuan membuat lilin. Produk yang dihasilkan perlu ditingkatkan kualitasnya, dikembangkan variasinya, diperkuat kemasan dan branding-nya, kemudian diarahkan pada pemasaran. Ketika produk mampu menjadi peluang usaha, di situlah manfaat ekonomi dari KKN Berdampak mulai dirasakan masyarakat,” jelas Djoko Soelistya.
Produk lilin aromaterapi yang dihasilkan memiliki variasi warna dan aroma serta berpotensi dikembangkan sebagai produk rumah tangga bernilai ekonomi. Ke depan, penguatan kualitas produk, kemasan, pemasaran, dan pembentukan kelompok usaha dapat menjadi langkah lanjutan agar inovasi tersebut berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif Desa Penompo.
Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Gresik, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa lintas program studi, dan masyarakat, KKN diharapkan mampu menghadirkan program yang aplikatif, berdampak, dan berkelanjutan.
Dari jelantah yang sebelumnya dipandang sebagai limbah, tumbuh sebuah gagasan sederhana namun bermakna: mengurangi persoalan lingkungan, membangun kreativitas, dan membuka peluang ekonomi menuju masyarakat desa yang semakin mandiri dan berdaya.(*)















