Penulis📰 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Bertempat di aula gedung PLHUT, Kementerian Agama Gresik menggelar kegiatan pembinaan bagi pengawas madrasah yang dihadiri oleh Kepala Kemenag Gresik, Dr. KH. Moh. Ersat, M.HI dan Ketua Pokjawas Kemenag Gresik, H. Mujtahid. Acara ini melibatkan seluruh pengawas madrasah mulai tingkat RA, MI, MTs, hingga MA yang berada di lingkungan Kemenag Gresik, Selasa (16/1/2024).
Perlu diketahui bahwa kegiatan ini merupakan Evaluasi program kerja madrasah bertujuan untuk menilai efektivitas dan ketepatan sasaran dari setiap kegiatan yang telah dilaksanakan. Pengawas madrasah memiliki peran krusial dalam memastikan bahwa dana yang diberikan sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan agama di madrasah masing-masing.
Selain evaluasi program, pembinaan ini juga mengarah pada reformasi kepengurusan. Reformasi kepengurusan mencakup perubahan dalam struktur organisasi dan tata kelola pengawasan madrasah. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengawasan serta memastikan bahwa setiap pengawas memiliki peran yang jelas dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan agama.
Kepala Kemenag Gresik, Dr. KH. Moh. Ersat, M.HI dalam kegiatan ini, memberikan pembinaan sekaligus berkesempatan untuk membuka acara rapat kerja Kelompok Kerja Pengawas Madrasah di lingkungan Kemenag Gresik tahun 2024.
Dalam pembinaannya, H. Moh. Ersat menekankan pentingnya peran pengawas madrasah dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di wilayah masing-masing :
1. Berbenah Bersama untuk Kebaikan Bersama: Kepala Kemenag Gresik mengajak seluruh pengawas madrasah untuk berkolaborasi dalam upaya perbaikan. Menekankan pentingnya sinergi dalam mencapai tujuan bersama, beliau memotivasi agar setiap langkah yang diambil dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan agama di wilayah Gresik.
2. Program Keluarga Maslahah (GKMNU): Kepala Kemenag Gresik memperkenalkan Program Keluarga Maslahah (GKMNU), sebuah inisiatif dari Kementerian Agama bekerja sama dengan PBNU. Menyikapi tingginya angka perceraian perkawinan di Indonesia, H. Moh. Ersat mengajak seluruh unsur di Kementerian Agama untuk terlibat aktif dalam menyebarkan program ini di masyarakat sekitar. Beliau menegaskan pentingnya bersatu untuk keberhasilan program yang dapat memberikan dampak positif pada kehidupan berkeluarga. Perlu ditegaskan lagi bahwa program ini tidak ada kaitannya dengan hal-hal yang berbau politik.
3. Terkait Moral, mohon untuk menjaga nama baik, dan Marwah Kementerian Agama: Kepala Kemenag Gresik mengingatkan seluruh peserta rapat untuk menjaga moral, nama baik, dan marwah Kementerian Agama. Menunjukkan integritas dan kepribadian yang baik di lingkungan kerja dan masyarakat adalah komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang bermartabat.
4. Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sudah dimulai yang sudah dimulai : Terkait dengan PPDB, H. Moh. Ersat menekankan pentingnya memberikan pendampingan di madrasah-madrasah yang agak tertinggal. Tujuannya adalah agar madrasah-madrasah tersebut dapat terus berkembang dan menjadi institusi pendidikan yang diinginkan oleh masyarakat. Kepala Kemenag Gresik berharap agar semua pihak bersama-sama bergerak demi kepentingan keberhasilan program PPDB di madrasah-madrasah yang tertinggal.
Seluruh peserta dari pengawas madrasah diharapkan aktif terlibat dalam diskusi, workshop, dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan aktual di lapangan. Pembinaan ini diharapkan dapat menghasilkan kader-kader pendidikan agama yang berkompeten dan mampu menyesuaikan diri dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Semoga Pembinaan Pengawas Madrasah Tahun 2024 menjadi langkah strategis dalam memperkuat basis pendidikan agama di Kemenag Gresik, menciptakan lingkungan yang progresif dan adaptif untuk mencetak generasi yang berkualitas dan memiliki landasan spiritual yang kuat,” tegas Kepala Kemenag. (Didik Hendri Telisik Hati)
















