Penulis📰 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Bersyukur dan bahagia, itulah yang dirasakan para penerima bantuan digitalisasi madrasah pada Kamis (11/1/2024). Bantuan ini diberikan pada 57 madrasah swasta yang terdiri dari Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) sejumlah 19, Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) sejumlah 23, dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) sejumlah 15 yang tersebar di 22 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Bantuan perangkat digital ini diserahkan langsung oleh Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. KH. Husnul Maram, M.HI dengan didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Kabid Pendidikan Madrasah dan Ketua Tim Sarana dan Prasarana Kanwil Kemenag Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Kakanwil yang akrab disapa Mas Maram berpesan kepada kepala madrasah penerima bantuan yang hadir untuk memperkuat teamwork dan networking . “Bapak/Ibu jangan lupa untuk senantiasa memperkuat team work. Sebagai madrasah swasta, tentunya harus memperkuat jejaring atau networking baik internal maupun eksternal,” tutur Kakanwil.
Lebih lanjut Mas Maram menjelaskan, jejaring internal misalnya dari Kasi Pendidikan Madrasah sampai kepala kantor kabupaten/kota hingga tingkat provinsi harus kuat. Sedangkan untuk jejaring eksternal misalnya antar dinas terkait.
Kakanwil juga berpesan agar kepala madrasah saling kolaborasi dengan setiap unsur di madrasah mulai dari tenaga kependidikan hingga tenaga kebersihan supaya mimpi untuk mewujudkan madrasah digital segera terwujud.
“Semua bisa dilakukan secara bertahap mulai 1 kelas dulu tahun ini untuk pembelajaran secara digital, setelah itu dilakukan launching agar masyarakat tahu madrasah Bapak/Ibu punya kelas digital. Tahun berikutnya kelas yang lain,” tutur Mas Maram.
Kakanwil juga menegaskan bahwa bantuan dari pemerintah mrupakan stimulus yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pembelajaran sehingga menghasilkan siswa yang memiliki prestasi akademik dan non, lebih utama lagi menghasilkan akhlakul karimah.
“Percuma berprestasi kalau tidak bisa berbakti pada orang tua, tidak sopan pada tetangga. Anak anak berprestasi harus bisa memiliki akhlakul karimah juga,” terangnya.
Dalam laporannya, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Sugiyo menjelaskan masing-masing madrasah menerima satu paket bantuan berupa 1 unit smart interactive display, 1 unit OPS untuk interactive display, 1 unit standing bracket interactive display, dan 1 unit laptop.
“Bantuan ini merupakan anggaran 2023 dan sudah diterima 27 Desember. Alhamdulillah bisa disalurkan hari ini,” tutur Sugiyo.
Bantuan ini sebagai realisasi 7 program prioritas Kementerian Agama yang salah satunya adalah transformasi digital. “Tranformasi digital tidak hanya di madrasah, tetapi juga di KUA, pesantren dan layanan lainnya,” imbuhnya.
Sugiyo mengingatkan bantuan ini sebagai stimulus, tetap diperlukan guru untuk memancing anak belajar secara digital sehingga manfaat fasilitas digital ini dapat dirasakan.
Serah terima ini disaksikan secara virtual oleh Tim Bantuan Digitalisasi Madrasah dari Direktorat KSKK Kemenag RI, Mulyadi. (Didik Hendri Telisik Hati)
















